Obituari

Gogon Srimulat Meninggal Saat Dilarikan ke Rumah Sakit

publicanews - berita politik & hukumPelawak jebolan 'pabrik lucu' Srimulat, Gogon alias Margono. (Foto: Instagram/@sigitwmp_klaten)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pelawak lawas dari 'pabrik lucu' Srimulat, Gogon alias Margono, tutup usia. Komedian ikonis dengan rambut jambul dan kumis ala Charlie Chaplin itu mengembuskan nafas terakhirnya di RS Kota Bumi, Lampung, Selasa (15/5) pukul 06.30 WIB. Usianya 59 tahun.

Akun Twitter @srimulatism mengabarkan kematian Gogon pagi ini: "Innalillahi wainnaillaihi roji'uun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Gogon (Margono) pada tanggal 15 Mei 2018 pukul 06.30 wib dalam usia 59 tahun. Mohon maaf atas segala kesalahannya baik yang disengaja maupun tidak. Mohon doanya agar amal ibadahnya diterima Allah swt."

Menurut rekannya di Srimulat, Kadir, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, pada 31 Desember 1959 itu sudah dua tahun mengidap penyakit jantung. Dokter sudah menyarankannya operasi, namun Gogon menolak.

"Dia enggak mau, enggak berani katanya," kata Kadir.

Kemarin, Kadir bersama Gogon dan penyanyi campursari Didi Kempot tampil di Lampung dalam sebuah acara kampanye. Saat itu Gogon sudah terlihat lemas, nafasnya ngosngosan.

Ari, anak bungsu Gogon, mengatakan ayahnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. "Sakitnya penyumbatan jantung. Itu sudah lama," ujarnya.

Jenazah pelawak yang mulai berkiprah di Srimulat pada 1980 itu diterbangkan ke Solo siang ini. Namun prosesi pemakaman akan dilakukan pada Rabu (16/5).

Soal penyakit jantung yang dideritanya, Gogon pernah curhat kepada rekannya Polo, sesama mantan anggota Srimulat. "Dia bilang sakit, namanya hidup itu yang punya Tuhan. Kami sudah menyarankan berobat," Polo menuturkan.

Gogon, Polo, dan Tessi adalah anggota Srimulat yang pernah terjerat narkoba. Gogon divonis penjara 4 tahun dan denda Rp 150 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang pada April 2008.

Saat vonis dijatuhkan padanya, Gogon menangis. Ia tidak terima dan merasa dijebak. "Saya tidak merasa mempunyai dan tidak pernah merasa mempunyai (narkoba). Saya diancam, dijebak, dan difitnah oleh orang yang sama," katanya. Ia menyebut nama Tri Kusmi Handayani, wanita yang mengonsumsi pil ekstasi bersamanya, namun tidak diproses hukum.

Namun sesuai menjalani masa tahanannya, ia berterima kasih pada polisi dan penegak hukum. "Ini adalah musibah untuk saya. Saya berharap ini semua ada hikmahnya,” ujar Gogon.

Manusia selalu punya masa lalu. Inna lillahi wa inailaihi rojiun. (imo/oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top