Kompol Vivick Tjangkung (2)

Saya Harus Masuk Dunia Hitam

publicanews - berita politik & hukumKasatserse Narkoba Kompol Vivick Tjangkung. (Foto: Publicanews)
PUBLICANEWS, WANITA polisi Vivick Tjangkung banyak melakukan penyamaran untuk mengungkap berbagai tindak kejahatan narkoba. Ditunjang pergaulan luasnya sebagai pegiat seni, ia tidak canggung memasuki ingar-bingarnya dunia malam, termasuk masuk sarang dunia hitam.

"Saya pernah cuma diberi satu nomor telepon oleh atasan untuk mengungkap suatu kasus," kata Kompol Vivick yang kini Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan dalam perbincangannya dengan Edi Hartanto dan Bimo Putro Prihandono dari Publicanews.


Berbekal hanya nomor telepon, bagaimana bisa membongkar kasus yang ditugaskan itu?
Ya, waktu itu semasa masih Bintara. Harus menyamar dari karakter keseharian saya. Bermodalkan hanya nomor HP saja. Dulu pada tahun 1997 belum secanggih saat ini.

Berbekal nomor telepon itu akhirnya bisa dibongkar kasus besar berupa barang bukti heroin jaringan internasional. Pengungkapan kasus itu banyak petinggi polisi yang menilai saya terlalu berani dan gila.


Bagaimana persisnya upaya penyamaran hingga bisa mengungkap kasus itu?
Waktu itu saya satu-satunya polwan yang dilibatkan untuk menyamar. Saya hanya berpikir bagaimana menelaah misteri itu bisa terpecahkan.

Saya harus masuk di dunia hitam. Saya belum punya alat lain dan hanya telepon. Saya selalu buat skenario khusus hingga saya bisa usut kasusnya.

Bahkan karena berhasil mengungkap kasus itu saya disisihkan karena saya akan dikejar orang.

Menurut Anda, poin apa yang terpenting dalam penyamaran?
Keahlian menyamar ini, poin utamannya strategi. Kita kerja tim. Kalau soal penyamaran itu masalah teknik. Kalau lihat di film, yah seperti itu.

Saya lama turun di lapangan dengan anggota laki-laki itu sangat sering. Bahkan pimpinan anggota laki-laki.

Bagaimana kondisi sekarang. Masih sesekali ikut melakukan penyamaran?
Sekarang berbeda. Sekarang sebagai pengambil keputusan saya harus tularkan kepada anggota bagaimana menjadi penyidik. Bagaimana menyelesaikan penyidikan sampai tuntas.

Dulu berhasil mematahkan jaringan internasional. Bagaimana sekarang?
Situasai berbeda, sekarang banyak media elektronik canggih istilahnya. Mereka pintar untuk baca situasi dan keadaan. Mereka bahkan mendahului situasi. Modus lama ditinggalkan dan menciptakan yang baru. Kami harus lebih cepat dan lebih pintar dari mereka.

Jika kita tertinggal kita kan banyak dapat kasus yang tidak terungkap.

Seperti apa modus baru itu?
Produk makin baru, kemasan makin baru. Sekarang pakai kemasan teh, kopi, makanan untuk anak-anak kecil dan berbagai cara. Kita harus lebih cepat menguasai dan baca situasi dan memiliki alat bantu.

Apakah aparat bisa dibilang Keteteran?
Enggak juga. Sekarang, harus banyak mengejar dengan pembuktian, pengungkapan barang bukti. Begitu banyak di tiap titik-titik. Sebenarnya bisa mereka kuasai area kita tapi berusaha keras agar bisa teratasi.

Apa yang memedakan peredaran narkoba dulu dan sekarang?
Saat ini, mereka bisa baca bahwa titik yang paling lemah adalah anak-anak. Karena kalau remaja mereka kejar sudah lama, tapi mereka mengarah kepada anak-anak yang rentan dan tidak tahu.

Mereka coba makanan gratis dan addict, akhirnya mereka akan mencari terus. Saat itu digunakan mereka buka jaringan baru.

Bagaimana dengan modus baru, sejauh apa itu?
Misalnya, pernah seorang ayah menggunakan anaknya untuk transaksi. Ini kalau kita lihat ini ayahnya punya jaringan ,tapi dia pergunakan anaknya untuk transaksi menyimpan di saku jaket saat ketemu dan menyerahkan.

Modus yang tidak terpikir sama orang lain. Justru dia punya jaringan. Ini kita harus tangkap

Bagaimana pemetaan jaringan narkoba di wilayah Jakarta Selatan?
Jakarta Selatan ini lebih mengarah pada penyalagunaan karena memang tingkat ekonomi menengah ke atas, mereka dianggap punya duit.

Kita tidak pernah mendapat lokasi untuk produksi. Hanya pengguna dan pengedar kecil. Itu membuktikan bahwa lokasi seperti kita lebih biasa dijadikan pengedar secara kecil-kecilan.

Anda beberapa kali mengungkap kasus narkoba di kalangan artis
Ya. Berhubung lingkup selatan banyak kalangan artis mereka juga biang untuk jaringan narkoba. Mereka jadikan sasaran. Mereka dicari karena memiliki uang banyak. Kita coba cut jaringan mereka yang mengarah pada penjualan.

Sebenarnya, di kalangan artis juga ada penjual dan memberikan ke artis lainnya. Inilah yang dijadikan modal utama untuk bisnis.

Adakah selebritas kita yang saat ini dipantau hendak dibidik?
Ehm, kalau dalam waktu dekat bisa jadi bisa iya (penangkapan). Masih cukup banyak temen-temen artis, masih juga ada punya jaringan narkoba. Nanti kita lihat saja.

Sejauh ini artis sekadar pemakai atau sudah masuk menjadi pengedar?
Iya ada beberapa yang terungkap seperti di Polda itu, Roro Fitri mengakui menjual kepada rekan-rekannya. Kalau di sini belum ada yang terlontar sebagai penjual.

Artis selalu mengaku memakai narkoba untuk daya tahan tubuh, benarkah begitu?
Artis menggunakan untuk ketahanan tubuh, dia terbantu kalau pakai itu. Dia merasa lebih pede. Ada kalangan yang enggak pake akan tidak pede. Itu salah satu unsur karena itu kebiasaan dari pakai barang-barang itu*** (habis)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top