Kompol Vivick Tjangkung (1)

"Ah, Sampai Perwira pun Saya Tetap Dirumorkan Dekat Gories Mere"

publicanews - berita politik & hukumKasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, SEDERET pengungkapan kasus narkoba berhasil ditangani Kompol Vivick Tjangkung. Namanya mulai berkibar ketika ia terlibat dalam penangkapan 'Ratu Ekstasi' Zarima Mirasfur dalam pelariannya di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 1996.

Hingga kini, wanita 47 tahun yang juga pernah menggeluti dunia artis dan tarik suara itu masih berkarier di Korps Bhayangkara. Jabatannya saat ini adalah Kasatrenarkoba Polres Metro Jakarta Selatan.

Vivick kembali menuturkan kisah penangkapan Zarima hingga gosip kedekatannya dengan Komjen (Purn) Gories Mere. "Ah, saya sampai perwira tetap dirumorkan itu," kata Vivick kepada Edi hartanto dan Bimo Putro Prihandono dari Publicanews.


Sejauh apa peran Anda dalam penangkapan Zarima hingga membuat Anda populer?
Dulu itu tahun (19) 96 saya sebenarnya jadi penyidik di Reserse Umum. Waktu itu pembentukan mendadak oleh Gories (Gories Mere) dengan tim. Saya dianggap salah satu yang bisa secara psikologis mencari informasi dalam keberadaan dia (Zarima). Basic dia kan artis dan pergaulan cukup dikenal dan olahragawan.

Saya dianggap beliau (Gories) ada kesamaan dengan Zarima, saat itu saya bergelut di bidang seni ada sinetron, fesyen, nyanyi.

Awalnya, diminta Untuk mencari data di lingkungan teman-teman dia mungkin lebih cepet. Akhirnya dibentuk tim, saya satu-satunya Polwan yang direkrut. Cari tahu di tempat-tempat hiburan, zaman itu di Kuningan (Jakarta Selatan) ada diskotek salah satunya, saya coba membaur di situ.

Ada beberapa informasi itu tempat-tempat hiburan dia bersama rekan.

(Gories Mere saat itu adalah penyidik Reserse Umum Polda Metro Jaya. Ia lalu menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional. Sejak 2016, purnawiran bintang tiga itu menjadi Staf Khusus Presiden bidang intelijen dan keamanan)

Bagaimana ceritanya sampai Zarima di Amerika?
Pak Gories yang memberitahu, dia (Zarima) lagi ada di LA. Ketika di LA, ternyata Zarima mengaku bahwa ia sudah tahu kalau sedang dicari-cari saya. Dia tahu nama saya.

Penyamaran Anda bocor?
Kalau dibilang bocor banget enggak ya. Mungkin dari mulut ke mulut dikarenakan lingkungan mereka adalah orangnya itu-itu aja.

Tahu-tahu muncul saya, jadi pertanyaan besar. Jangan-jangan saya polisi. Tapi Zarima juga denger samar-samar bahwa saya cari-cari dia.

Bagaimana kisah penangkapan di AS?
Tim Pak Gories dan intelijen sana sudah turun, tangkap duluan. Dia (Zarima) sebutkan (nama) saya. 'Dicari-cari ya sama polwan, suruh dia ke sini aja', kata Zarima. Langsung Bapak (Gories) telepon saya.

Apa reaksi Zarima setelah tahu Anda polisi?
Dia langsung ngomong, lu cari gue ya? Ya udah kalau lu tahu. Gue mau lu ada di samping gue. Saya ngomong sama Gories, kalau Zarima mau dampingi aku terus sampai bawa ke Indonesia.

(Zarima ditangkap di sebuah pasar swalayan di Houston, AS, atas kerja sama dengan FBI. Bukan di Los Angeles.)

Setelah sekian puluh tahun, Anda pernah bertemu Zarima lagi?
Masih sempet ketemu. Kita jadi temen.

Setelah kasus itu Anda jadi populer dan langsung ditempatkan sebagai reserse narkoba?
Memang zaman itu saya lebih diarahkan sebagai penyamaran, mungkin karena saya punya kegiatan mix di seni mahasiswa, untuk lingkungan anak-anak, mudah bergaul.

Saya menjadi poin tersendiri di mata pimpinan. Saya justru merasa lebih dimanfaatkan untuk urusan intelijen karena saat itu memang bergejolak lingkungan tempat tinggal saya di asrama polwan. Saya harus kegiatan mix itu dan tidak boleh diketahui orang banyak.

Tapi juga akibatnya Anda digosipkan dengan Gories Mere
Zaman itu banyak sekali rumor yang tidak bagus, tapi saya harus pertahankan keadaan itu. Saat saya berhasil menangkap Zarima, baru mereka tercengang.

Tapi harus saya akui, ada hal-hal yang minus di mata sesama anggota polwan.

Setelah kasus Zarima juga muncul isu hubungan istimewa dengan Gories?
Saya rasa itu hal wajar karena saya masuk di lingkup tim, satu-satunya polwan dan gerakan saya tidak diketahui orang banyak. Tentu kedekatan itu terlihat melekat.

Kalau dibilang rumor itu biasa karena bukan satu kali. Saya punya kegiatan sebelum dan sesudah yang kasus penangkapan heroin orang Inggris. Sampai saya perwira, saya tetep dirumorkan.

Saya menganggap cambuk untuk mendorong saya lebih maju, bukan jatuh. (bersambung)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top