Kabid Humas Polda Jatim

Jaringan Prostitusi Vanessa Angel Itu Kompetitor Robby Abbas

publicanews - berita politik & hukumKabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, PENYIDIKAN terhadap jaringan prostitusi artis Vanessa Angel dan para mucikarinya membawa penyidik Polda Jawa Timur ke jaringan yang lebih luas. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyatakan akan mengungkap jaringan bisnis prostitusi terbesar di Indonesia.

Setidaknya, polisi telah mengumumkan ada 45 artis dan 100 model, kemudian ada 4 mucikari yang telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Vanessa (27).

Yang juga menarik, ini kali pertama seorang artis pelaku prostitusi menjadi tersangka --biasanya hanya mucikari, Robby Abbas, misalnya. Dalam kasus Vanessa, polisi tidak menggunakan, KUHP dan UU Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, melainkan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, terutama Pasal 27 Ayat 1.

Bagaimana polisi menggunakan Vanessa dan para mucikarinya sebagai pintu masuk untuk mengungkap jaringan besar bisnis esek-esek di Indonesia?

Berikut petikan percakapan Bimo Putro Prihandono dari Publicanews dengan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera melalui telepon, pekan ini.


Bagaimana arah penyelidikan terhadap Vanessa Angel dalam mengungkap jaringan prostitusi artis lebih besar lagi?
Sekarang masih berlangsung pemeriksaan terhadap salah satu model dari selebgram. Kalau ditanyakan arahnya ya kita akan membongkar ini semua agar masuk ke pengadilan.

Biasanya mucikari yang jadi tersangka dan artis hanya saksi karena dianggap sebagai korban. Bagaimana konstruksi hukumnya?
Kapolda Jatim komitmen bahwa pelaku (Vanessa) ini akan dikenakan, kami tidak asal mengenakan (pidana) saja. Kami punya alasan dan saksi ahli yang berpendapat sesuai bidang dan keahilannya, seperti ahli bahasa, pidana. VA sebagai tersangka dan akan ada tersangka lain.

Dalam UU TPPO, pelaku prostitusi diposisikan sebagai 'korban'...
Kami berpijak kepada dua undang-undang, yakni KUHP dan delik khusus yang namanya UU ITE. Mucikari kami jerat dengan Pasal 296 dan 506 (KUHP), sedangkan VA kita jerat dengan pasal tentang mentransmisikan hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran kesusilaan, yakni pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Bisa Anda pastikan kemana saja Vanessa menyebarkan konten asusila tersebut?
Publik tahu semua lah, enggak usah pura-pura enggak tahu. Klik saja FB, Instagram, Twitter. Semua tinggal klik apa yang diinginkan, misal cewek panggilan atau bispak. Itu keluar semua. Tapi kan ini mereka bekerja sendiran.

(Lokalisasi) Doli dibilang prostitusi terbesar di Asia Tenggara, tapi yang lebih besar itu sebenarnya ada di dunia maya. Kami beritahukan ini agar masyarakat paham semua.

Polisi yakin Vanessa yang menyebarkan sendiri konten asusila di berbagai media sosial itu, bukan orang lain?
Itu nanti akan terjawab di Pengadilan, biarkan pengadilan yang akan membuka. Kalau substansi perkara di pengadilan saya buka berarti saya menduhului hakim. Apa yang kami lakukan sudah sesuai (hasil penyidikan).

Kapolda Jatim menyatakan akan membongkar jaringan prostitusi online terbesar di Indonesia lewat kasus Vanessa ini. Sejauh ini bagaimana hasilnya?
Apa yang saya sampaikan tadi sebenarnya sudah menjawab. Saat ini kami terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan tentunya model-model lain dan terus berjalan.

Mereka semua berada dalam jaringan mucikari yang sama?
Semua nanti akan terbuka di pengadilan. Bukan wewenang polisi (menjawab sekarang).

(Beberapa kali Frans Barung menyatakan 'tunggu di pengadilan' untuk menghindari pertanyaan lebih detail; red)

Bisakah Anda gambarkan jaringan prostitusi VA dan mucikarinya, dan hubungannya dengan jaringan lain, seperti Robby Abbas dan artis-artisnya dulu?
Itu nanti Anda bisa investigasilah itu. Mereka kompetitor.

Kapolda menyampaikan ada 45 artis dan 100 model dalam jaringan yang sama dengan Vanessa. Sebesar itukah jaringan ini?
Komitmen kami begini loh, kepolisian ingin membuka prostitusi online yang dilakukan secara terorganisir, ada mucikari, PSK, dan ada yang melakukan packaging dan branding. Itu yang besar dulu, baru masuk ke hal yang kecil-kecil.

Bagaimana alur jaringan Vanessa ini?
Itu nanti akan terbuka secara gamblang di pengadilan.

Apakah ada kerja sama dengan jaringan Robby Abbas, saling menjajakan artisnya misalnya?
Robby Abbas kenal sekali dengan mucikari ini, mereka bisa dibilang sebagai kompetitor.

Seperti dalam bisnis lainnya berlaku hukum pasar, ada permintaan dan penawaran. Polisi belum menyentuh 'pemakai' Vanessa?
Penyidik Diteskrimsus Polda Jatim akan memanggil user-user yang tercatat dalam rekam jejak digital. Yang jelas sebagai saksi. E itu akan dipanggil juga sebagai saksi user. Enggak akan ada prostitusi online kalau enggak ada user

Bagaimana para mucikari artis bekerja?
Tersebar di semua kalangan, itu nanti lihat saja di pengadilan. Sudah ada tujuh orang yang kami panggil. ***

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top