Muhammad Yamin (1)

Dulu Jokowi Tanya, Apa Ada yang Marah Kalau Dia Nyalon?

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum DPN Seknas Jokowi, Muhammad Yamin. (Foto: Publicanews/Putra)
PUBLICANEWS, KIPRAH relawan ikut mengantarkan Joko Widodo menduduki kursi Presiden RI. Apalagi telawan merupakan pendukung loyal dan militan. Salah satu relawan tergabung dalam Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi.

Ketua Umum Seknas Jokowi, Muhammad Yamin, mengatakan gagasan pendirian relawan Seknas Jokowi jauh sebelum PDIP memutuskan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon presiden.

Hal itu disampaikan Yamin saat berbincang dengan Edi Hartanto dan Sutrisno Syahputra dari Publicanews di tengah kesibukannya sebagai Wakil Ketua Relawan Tim Pemenangan Nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Berikut perbicangannya.

Bisa diceritakan kembali awal mula berdirinya relawan Seknas Jokowi?
Dulu kan 2013 itu pak Jokowi belum diputuskan oleh partai (PDIP) sebagai calon presiden. Nah, kita berdiskusi dengan banyak teman dari beberapa daerah, seperti Yogjakarta, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, dan beberapa dari Surabaya. Nah, kita mendiskusikan adanya fenomena dimana pak jokowi tertinggi dalam berbagai survei.

Belum dicalonkan partai, apa yang menjadi dasar pencalonan Jokowi, saat itu?
Belum, itu masih bulan Maret, April, Mei (Jokowi) masih menjadi Gubernur DKI.
Jadi bulan Maret itu sudah ada survei yang menunjukan kalau Jokowi dicalonkan sebagai presiden tertinggi.

Lantas kita berdiskusi, bagaimana kita mendorong supaya pak Jokowi benar-benar bisa nyalon. Kita memikirkan bahwa pak Jokowi harus bisa mencalon presiden dan Pak Jokowi itu dicalonkan oleh partai-partai besar dan kebetulan itu partainya Pak Jokowi juga yakni PDI Perjuangan.

Lalu kita bagaimana mensosialisasikan supaya Pak Jokowi ini mendapatkan dukungan masyarakat semakin luas. Jadi kita mendorong, membantu, mensosialisaikan supaya dukungan pada Pak Jokowi semakin luas dan waktu itu baru (elektabilitas) 16 persen, itu sudah tertinggi.

Nah, kita berdiskusi dan lantas kita membentuk kelompok relawan. Kita mulai Juni-Juli mempersiapkan pembentukan kelompok relawan itu yang kita namai Seknas Jokowi.

Kenapa dinamai Seknas Jokowi?
Karena kita merasa ini akan menjadi sekretariat nasional dari kawan-kawan yang bergabung di seluruh daerah nantinya. Dan Jokowi itu karena kita ingin menunjukan calonnya adalah Pak Jokowi. Pak Jokowi waktu itu memberikan lampu hijau tapi dengan memberikan syarat bahwa harus soft, santun, jangan menyinggung orang, jangan bikin situasi itu situasi kegaduhan.

Jadi pendiriannya sepengetahuan Jokowi?
Ehmm, setelah kita berdiri, dalam suatu kesempatan kita melaporkan bahwa kita membuat Seknas Jokowi. Nah, pada waktu itu Pak Jokowi mempertanyakan apa sudah waktunya, apakah ada yang marah-marah. Bagaimana dengan PDI Perjuangan? Ya saya bilang selama itu tidak menentang... ini kan belum ada keputusan, PDIP kan belum memutuskan boleh atau tidak. Jadi boleh kita meng-appeal, meminta Pak Jokowi saja.

Nah, di satu sisi kita mendiskusikan memang bahwa kita melihat di sebagian PDIP masih pengin Bu Mega yang maju, kita juga tidak ada masalah dengan itu. Tetapi, menurut saya, saya yakin Bu Mega akan memberikan pada Pak Jokowi-lah. Sejak Desember kita sudah yakin, akhirnya kan diputuskan pada bulan Maret 2014.

Anda ingin mengatakan Seknas yang menjadi organisasi relawan pertama pendukung Jokowi?
Ya, saya kira. Sebenarnya ada dulu RJB (Relawan Jokowi Bersatu; red), tapi itu dia tidak begitu. Kalau dengan Projo, lebih duluan kita. Tapi memang tiga itu pertama-tama, kemudian setelah itu tumbuh banyak. Saya kira itu juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak teman relawan lain. Dan memang setelah pak Jokowi ditetapkan sebagai calon pada 12 Maret itu semakin banyak.

Kedekatan Seknas dengan Jokowi seperti apa?
Ya pada waktu sering berkomunikasi saja, gitu ya. Kita tidak boleh mengklaim kalau kita lebih dekat hahaha...

Bisa berikan contoh bentuk komunikasi Anda dengan Jokowi?
Ya pak Jokowi itu sebenarnya membiarkan para relawannya untuk bekerja sendiri tanpa perintah yang spesifik gitu, arahannya kan selalu umum. Ya memang kadang-kadang beberapa relawan dikumpulkan dan diajak diskusi untuk diminta masukan-masukan mengenai perkembangan di masyarakat.

Sekarang ini perkembangan Seknas Jokowi seperti apa?
Ya di provinsi semuanya ada, kemudian di kabupaten sebagian besar ada, kemudian banyak di daerah-daerah kecamatan. Bahkan kalau di DKI sampai kelurahan, tergantung di daerah itu kita punya resource memadai atau tidak.

Ada sistem keanggotaan untuk Seknas Jokowi?
Ya ada kepengurusan, kemudian ada yang menjadi anggota relawannya, gitu aja. Harus diingat bahwa ini bukan organisasi formal, ini organisasi relawan bahwa dia membentuk formalitas, iya. Tapi basic-nya dia itu kan organisasi relawan, jadi orang bisa datang dan pergi.

Sebenarnya gini, orang yang mau terlibat dalam politik, simpel ya kan? Karena dia tidak mau berpolitik dalam pengertian yang lebih rumit dan spesifik, dia mau terlibat dengan sisa waktu yang ada dan apa yang ada karena itu dia menjadi relawan. Kalau gak dia menjadi aktivis politik sebenarnya.

Nah, basic-nya relawan itu, katakanlah tokoh-tokohnya, pasti orang yang punya keterlibatan politik. Bukan partai politik. Misalnya, orang yang dari dulu memperjuangkan HAM, konsumen, lingkungan, hak anak, hak perempuan, biasanya itu.

Misalnya teman-teman yang dari dulu bergelut dengan HAM banyak yang ikut di Seknas, seperti Ifdal Kasim. Ada yang aktivis buruh, pengacara, ada yang ekonom, ada yang dari dulu itu aktivis NGO.

Semua relawan terdata?
Hampir semua terdata, tapi kita kan gini... ada orang datang dan pergi, ya toh. Namanya juga relawan aktif, terus tidak aktif, lalu aktif lagi. Sejauh ini terdata, teman-teman saya di daerah ada kepengurusan yang mendaftar terus terdata.

Berapa jumlahnya?
Puluhan ribu, di DKI saja udah sekitar 2.300, dan di DKI yang paling mudah karena tempatnya terjangkau.

Apa Sebenarnya Kekhasan Seknas Jokowi dibanding relawan lainnya?
Apa ya, ya mungkin kita lebih banyak aktivisnya, tapi kita tidak bisa klaim ya. Saya kira hampir sama, cuma ada beberapa yang spesifik-spesifik yang kita buat, misalnya kita membuat tabloid.

Jadi saya mendorong semua agar bisa hidup di daerah-daerah itu, sekarang kita arahkan bagaimana tema-teman berpastisipasi untuk isu kemanusiaan Lombok dan Palu. (Bersambung)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo29 Oktober 2018 | 19:29:40

    Wah keren nich penjelasannya. Seknas Jokowi pasti sukses. Pak Jokowi jadi presiden deh...

  2. de'fara @shahiaFM29 Oktober 2018 | 18:55:23

    Setnas Jokowi sangat besar manfaat juga pengaruhnya. Dan bisa jadi percontohon yg bernilai positif.


    Bravo pak M. Yamin.

Back to Top