Ketua DPD Golkar DIY Haryadi Suyuti

Maaf Ya, Golkar Itu Sudah Branding Jokowi

publicanews - berita politik & hukumWalikota Yogyakarta dan Ketua DPD Partai Golkar DIY Haryadi Suyuti. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, KETUA DPD Partai Golkar DIY Haryadi Suyuti memaknai kaus kuning yang dikenakan Presiden Joko Widodo saat jogging dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana Bogor, 25 Maret 2018, sebagai suatu hal yang sarat makna.

Walikota Yogyakarta dua periode ini mengatakan, kaus kuning Jokowi suatu simbol yang bukan serba kebetulan. "Tidak ada yang serba kebetulan dalam politik," kata Ketua Relawan Gojo (Golkar-Jokowi) DIY dan Jawa Tengah selatan itu dalam perbincangan dengan Mursidi Hartono, Edi Hartanto, dan Bimo Putro Prihandono dari Publicanews di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (3/7) sore.

Banyak perbincangan yang ia minta off the record. Berikut petikannya:

Apa rencana Golkar dan Gojo DIY terkait pencalonan kembali Jokowi sebagai presiden?
Kami sudah membuat komunikasi di DIY dengan partai pengusung utama, yaitu Golkar, PDIP, Nasdem, dan Hanura. Kita lakukan bukan hanya sebatas klaim. Maaf ya, kita di Golkar sudah pada tahapan branded.

Progam ini inline dengan program kerja Gojo yang dilakukan Celi (Koordinator Gojo Nasional Rizal Mallarangeng). Kita akan berjalan dengan Gojo.

Gojo jadi tangan Golkar ke akar rumput?
Golkar itu setahu saya ya Gojo. Terkait dengan relawan lainnya itu tidak masalah. Identifikasi kami ada lebih kurang 75 relawan, termasuk Gojo. Kita inginkan semua terintegerasi ke dalam sebuah sistem.

Harapan saya itu. Sudah disampaikan ke Pak Airlangga. Apalagi nanti, Agustus kan sudah harus jelas, siapa itu (calon wakil presiden).

Seberapa dekat peluang Airlangga dalam bursa cawapres Jokowi?
Bila baca berita-berita terakhir, kan Pak Airlangga diminta (Jokowi) untuk menjadi komunikator politiknya. Untuk komunikasi bersama PKB dan partai-partai lainya. Nanti akan terlihat, ini info yang update.

Hasil survei menempatkan banyak ketua umum partai dan sejumlah tokoh lainnya jadi kandidat kuat mendampingi Jokowi...
Makanya dalam langkah selanjutnya upaya (promosi) Gojo lebih menggigit. Jokowi memakai kaus kuning itu sudang branding. Bagi Pak Jokowi, memakai kaus kuning itu bukan barang yang gampang, pagi-pagi ditemui Pak Airlangga memakai kaus kuning. Ini kan harus diketahui maksudnya.

Siapa sebenarnya yang mendesain Pak Jokowi mengenakan kaus kuning dalam pertemuan di Bogor itu?
Yang pasti ada yang ngedesaian dari lingkup internal. Namun, kami tidak mau mengklaim. Beliau mempunyai intuisi. Pokoknya pesannya begini, Pak Airlangga jangan pakai kaus kuning saat mau bertemu Pak Jokowi di Istana Bogor. Semua ini tidak ada yang kebetulan dalam politik.

Bagaimana dengan PDIP sebagai partai 'pemilik' Jokowi, setidaknya di lingkup DIY?
Dalam waktu dekat kami akan kumpul-kumpul dengan ketua partai politik di DIY sebagai pengusung utama Pak Jokowi. Kami akan ngomong-ngmong soal pencalonan presiden, belum sampai pada calon wakil presiden karena kami tidak berada dalam konteks itu.

Tapi Golkar-Jokowi itu ya Golkar. Kebetulan ketua umumnya Airlangga Hartarto. Golkar itu ke Jokowi, yang tidak bisa diklaim partai lain kecuali PDIP.

PDIP juga punya peluang menyodorkan wakil presiden?
Ini bukan Pilkada, ini Pilpres, Bukan Pilpres serasa Pilkada. Masak satu partai untuk Pilpres, yang bener aja. Jadi tidak mungkin (wapres dari PDIP).

Partai koalisi lainnya, PKB, pagi-pagi sudah menyodorkan Muhaimin Iskandar. Apa yang akan Anda katakan kepada mereka?
Ya, tidak apa-apa. Biarkan saja.

Apa fungsi Gojo dalam Pilpres 2019?
Konteks Gojo ini pada branding, Golkar-Jokowi. Kita akan mengadakan seminar. Kemudian koordinasi dengan Ketua DPD partai-partai politik pengusung utama Jokowi. Kita tidak perlu ragu dan malu-malu mengusung Jokowi.

Gojo di Jakarta langsung terjun di tingkat kecamatan. Bagaimana di Yogyakarta?
Seperti tadi, seminar, diikuti tidak banyak-banyak. Misalnya dihadiri 100 orang dari wakil-wakil Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura***

Berita Terkait

Komentar(3)

Login
  1. Tukang Komen @pemberiKomentar11 Juli 2018 | 21:07:38

    Satu tikungan besar sudah dibuat lurus, tikungan kecil masih ada yang masih ada yang blm...mudah2an tercapai Jokowi 2 periode.

  2. de'fara @shahiaFM04 Juli 2018 | 21:05:58

    Dua partai besar bersatu saja sdh menjadi kekuatan besar, belum lagi ditambah partai lainnya, itu sdh sangat jelas 2019 akan dipimpin lg oleh pak jokowi lah.

  3. Anak Gaul @gakasikah04 Juli 2018 | 20:21:23

    Wah mulai merapatkan barisan nih....setuju banget dukung pakdhe 2 priode. Pasti cocok buat semua....lanjut pakdhe.

Back to Top