Wakapolri Komjen Syafruddin (3 - Habis)

Saya Memang Representasi Pak JK

publicanews - berita politik & hukumWakapolri Komjen Pol Syafruddin. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, WAKAPOLRI Komjen Syafruddin memiliki karir cemerlang di Korps Bhayangkara. Alumnus Akademi Kepolisian 1985 ini pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) periode 2004-2009.

Usai mendampingi JK, ia memegang jabatan sterategis, berturut-turut sebagai Waka Polda Sumut, Kapolda Kalsel, Kadivpropam Polri, dan Kalemdikpol. Kedudukan itu mengantarkannya sebagai Wakapolri pada 2016.

Pria berdarah Bugis ini tidak menampik sangat dekat dengan Jusuf Kalla. Kepada Mursidi Hartono, Edi Hartanto, dan Bimo Putro Prihandono dari Publicanews, bahkan ia tak menyanggah sebagai representasi Jusuf Kalla.

"Ya, memang saya representasi Pak JK," kata Syafruddin dalam perbincangan pada Rabu (18/4) pekan lalu, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berikut petikannya:


Kasus sensitif seperti ujaran kebencian kian marak pada periode ini. Bagaimana Anda menyikapinya?
Kalau hoaks kita sudah ditangkap pelaku-pelakunya, kan?

Banyak yang mengeluh, terutama dari pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Polisi dinilai lebih memberi perhatian pada kasus tertentu.
Itu memang kritikan bagi Polri. Oleh karenanya semuanya harus ditangani. Seperti kasus-kasus yang dianggap pro pemerintah. Kita semua ditangani.

Buktinya Ahok (Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama) bisa masuk penjara. Kita serius menangani. Kalau tidak serius kan tidak mungkin dipenjara karena kan dia pro pemerintah.

Namun kesan dari masyarakat sebaliknya?
Ya, memang polisi ini sampai kiamat akan dicurigai. Makanya saya bilang kepada Kapolri, jangan pusing, jangan sakit hati. Karena memang jadi polisi kan dicurigai

Anda tumbuh dari masjid, kok pilih menjadi polisi?
Saya tidak bercita-cita menjadi polisi. Masuk Akabri bercita-cita menjadi Angkatan Laut. Tapi malah dibelokkan ke polisi. Saya tidak pernah membayangkan menjadi polisi.

Kenapa memilih Angkatan Laut?
Karena bapak saya angkatan laut. Ini tradisi. Dan, nenek moyang saya pelaut karena sebagai orang Bugis.

Tidak pernah berminat, misalnya, masuk IAIN?
Ibu saya tidak pernah mengarahkan anaknya harus begitu. Yang penting anak-anaknya tidak pernah meninggalkan agama dan selalu dekat masjid.

(Komjen Syafruddin kemudian menceritakan hobinya berolahraga. Ia masih berenang hampir setiap saat, namun hobi main golf yang ia tekuni sejak berpangkat letnan ia tinggalkan. "Sama seperti dunia politik, sudahlah tidak usah ngomong politik dengan saya. Angin politik saya ngerti," katanya).

Kami mendengar Anda punya peluang ikut kontestasi politik 2019?
Itu kata orang, saya tidak pernah berpikir. Saya berpikir ini pensiun sudah ada medan pekerjaan saya.

Kabarnya sudah ada yang mendekati Anda untuk 2019
Enggak ada, tidak ada. Dan saya tidak maulah. Saya mau ngurusi ibadah. Saya pensiun 58 tahun, tinggal tahun depan. (Kemudian) Tinggal 5 tahun untuk mempersiapkan akhirat. (Ia berpatokan pada Nabi Muhammad SAW yang meninggal usia 63 tahun)

Jika ada tawaran politik, Anda tidak tergoda?
Enggak saya. Pak JK dengan saya sudah sepakat untuk pensiun sama-sama, mengurusi ibadah, ngurusi perdamaian.

Banyak sekali proposalnya, kita ngurusi Afghanistan, ngurus Palestina, kita urus Thailand. Proposalnya banyak banget ini.

Saya berdua (dengan JK) akan ngurusi dan beberapa tim yang beliau sudah putuskan misi-misi sosial dan kemanusian, perdamaian. Misi agama .

Ada yang membaca Anda ini representasi JK?
Ya, memang representasi Pak JK. (Tapi) Bukan di dunia politik. Beliau menurunkan semua pada saya, mengarahkan kepada saya untuk ke dunia Islam. Itu kan saya bilang, saya belum pensiun sudah disuruh mengurusi Dewan Masjid. Lima belas tahun lalu sudah mengurusi yayasan beliau.

Tidak akan tergoda jika ada yang mau menarik-narik Anda ke politik?
Tidak. Itu orang-orang yang tidak tahu politik. Kalau saya matang politik.

Biasanya orang baru pensiun, baru tahu politik, baru dia tergoda. Kalau saya tahun 2004 sudah dijejali urusan politik dan saya otodidak. Jadi saya pensiun sekalian pensiun dari politik.

Politik tidak sesuai hati Anda?
Tidak, saya sudah cukup. Saya sudah matang. Ilmunya Wapres sudah saya ambil semua tentang politik.

Anda punya modalitas cukup: sebagai representasi tokoh luar Jawa, dekat dengan kelompok Islam, dan representasi JK.
Tidak, tidak saya tidak pernah memikirkan itu. Saya dekat (JK) karena ngurusi itu. Jangan menyusahkan diri. Lebih baik easy going saja.

Anda dipandang sebagai sosok yang sangat netral.
Ya, saya dekat dengan semua pimpinan politik, kapan saja mau bertemu, anytime, mau sekelas Ibu Mega (Megawati Seokarnoputri) sekalipun, kapanpun saya bisa ketemu.***

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Iqra @ayobaca25 April 2018 | 16:02:30

    Mungkin dengan kehadiran bapak di dunia politik bisa membawa perubahan yg lebih baik utk bangsa ini....

  2. WE_A @WandiAli25 April 2018 | 12:59:33

    Ya kl bener itu tujuannya pak, kami doakan semoga diridhoi dan diberkahi serta bermanfaat bagi umat Islam

    Sukses pak syafruddin.

Back to Top