Irjen Pol Arman Depari

Hampir 70 Persen Peredaran Nakoba Dikendalikan dari Lapas

publicanews - berita politik & hukumDeputi Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, NARA PIDANA narkoba bukannya tobat saat mereka di penjara. Temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan, para napi sebaliknya malah makin eksis mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi.

"Bahkan 70 persen peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan dari dalam penjara," kata Deputi Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari saat berbincang dengan Edi Hartanto dan Bimo Putro Prihandono dari Publicanews awal pekan ini di kantornya, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Berikut perbicanganannya.

Sejauh mana kebenaran napi narkoba menjadi pengendali peredaran narkoba?
Lapas adalah sumber kerawanan buat kita selain laut, darat, dan udara. Ini yang perlu kita awasi. Itu harus terjadi (pengawasan) di dua sisi tidak bisa tempat-tempat masuk kita awasi tapi pengendali dan pelakunya dan ini banyak sampai sekarang.

Seperti pengedar 5 kilogram sabu, baru-baru ini, kita lumpuhkan sampai mati di Kalimantan. Ternyata dalam pengembangan, pengendali dari dalam lapas. Terpidana mati narkoba, umurnya sudah 70 tahun. Minggu lalu kita temukan.

Artinya ada kerawanan di penjara. seberapa besar peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas?
Tujuh puluh persen pengendali jaringan di Indonesia berasal dari lapas. Itu sudah sering kita sampaikan 70 persen lebih terdapat keterkaitan sindikat luar dengan di dalam lapas.

Tapi, sejauh ini Menkumham Yassona Laoly mengatakan persoalan bukan di lapas?
Ya dimana, dimana, itu kan lapas kan tertutup, diawasi, kok ada kebocoran. Berarti enggak diawasi. Itu kan hanya satu gedung. Itu diawasi petugas bersenjata dan regu-regu petugas terkoordinir dengan baik kok bisa sampai terjadi.

Bagaimana para napi narkoba punya keleluasaan mengatur sindikatnya?
Ya itu masalahnya di situ apakah sudah benar, prosedur, dan sistem diikuti dipatuhi. Misal seorang napi kita temukan terlibat satu sindikat tentu kita lihat keterlibatan sejauh mana, bagaimana keterlibatannya, sebagai apa.

Apa yang mereka gunakan untuk komunikasi dengan jaringan. Pasti mereka pakai handphone. Kok handphone ada di dalam pasti ada orang yang antar. Itu kan enggak jatuh dari langit. Hal-hal seperti ini yang harus dievauliasi. Kok masih bisa, ada apa, bagaimana bisa terjadi, kelemahannya. selama ini yang kita temukan seperti itu.

Artinya ada permainan oknum yang terjadi di banyak lapas yang dihuni napi narkoba?
Sangat, pasti kalau enggak kan enggak akan ada handphone masuk ke dalam.

Kenapa bisa begitu karena di lapas dia yang seharunsya mengawasai malah dia yang diawasi. Nah itu terbukti mereka punya CCTV di dalam ruang dia (bandar) untuk awasi petugas di luar, seharusnya kan di luar yang awasi ke dalam.

Bagaimana dengan ide penjara khusus narkoba
Saya kira sudah dibuat seperti di Cipinang itu kan ada penjara khusus untuk narkotika dan beberapa juga ada.
Permasalahannya apakah kelemahan yang sudah kita temukan dan beri masukkan sudah diperbaiki belum, apalagi sistem sudah diubah, kenapa misalnya dia tidak dievaluasi tidak disempurnakan dan dikontrol, maka akan kelanjutan terus dan seolah-olah jadi budaya. Perlu diperbaiki sistemnya, manusianya, dan peralatannya.

Mengenai penjara napi narkoba khusus di suatu pulau?
Sangat bagus seperti di Nusakambangam seperti Pulau Buru dulu seperti itu. Itu yang saya bilang kalau kebijaksaan penempatan bukan BNN. kalau ditanya, pandangan kita ya sangat bagus. Memang kejahatan-kejahatan orang-orang tertentu biasanya diberikan tempat khusus.

Kita punya Nusakamabangan, Pulau Buru, itu kan kita berikan untuk pengawasan bagi orang-orang berbahaya tentang kejahatan yang meluas.

Tapi, belum bisa terealisasi. Termasuk ide rencana penjara dengan dikelilingi buaya
Itu bukan ide saya, tapi Pak Buwas saya kira enggak bisa komentari

Menghadapi peliknya masalah napi narkoba yang jadi pengedar. Apakah ke depannya, BNN ingin ikut campur tangan dalam menangani penjara narkoba?
Itu kan bukan tugas pokok BNN. Kita punya (penjara) selama dia dalam proses penyidikan status tahanan, kalau ini kan di LP status jadi napi.

Kalau kita sama-sama serius berantas narkoba jadi tugas bersama, jangan dianggap penangulangan narkoba adalah tugas BNN. Saya kan tangani napinya tapi napinya yang jadi pelakunnya ini yang harus ditangani.

Bagaimana dengan jaringan Freddy Budiman. Apakah sudah benar-benar berakhir
Jaringan ini tidak mati secara total pasti ada bagian-bagian yang sewaktu-waktu akan hidup lagi kalau misalnya ada kesempatan dan ada lagi yang mancing atau ada stimulus, ada yang ajak dan peluang ini kok aman pasti ikut lagi, jadi tidak mati begitu saja.

BNN juga kepolisian tampaknya makin tegas terhadap pelaku kejatahan narkoba, seperti kebijakan tembak di tempat?
Tidak ada kebijakan tembak di tempat, yang ada jika mereka melakukan perlawanan, mereka melarikan diri, tidak patuh atas hukum yang diberikan.

Tentu kita lakukan tindak tegas karena BNN diberikan senjata untuk itu, kalau tidak negara tidak akan berikan senjata kalau tidak digunakan buat apa, dielus-elus aja buat tidur. Itu harus digunakan kapan digunakan ya itu tadi.

Tapi, tampaknya makin banyak pelaku narkoba yang tewas di lokasi kejadian. Seperti, terakhir penembakan pelaku di kawasan Ancol?
Tergantung bagaimana di lapangan. Saat itu kan dia nyebur, lari ke kali. Kalau dia lari dari kejaran bagi kami itu adalah perlawanan. Kalau melawan kita punya prosedur melumpuhkan mereka, dengan apa ya dengan senjata tadi itu. Apalagi, kalau dia bawa senjata itu sangat bahaya bagi petugas kami.

Saat kita kejar dan tidak indahkan, senjata yang diberikan negara ya kita gunakan. Hal itu sebagai upaya untuk selalu meminimalisir kerugian di pihak kita. (Habis)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Iqra @ayobaca26 Maret 2018 | 15:01:52

    Waduh...kalo dari dalam lapas aja leluasa mengendalikan narkoba, apalagi bandar yang di luar lapas ya...

  2. de'fara @shahiaFM24 Maret 2018 | 19:28:12

    Untuk kasus narkoba, memang harus ditangani lebih spesifik, karena sdh mengakar kemana2x ... dan akarnya tumbuh dr mana2x.

    Jangan smp lemah dan lengah, karena bisa tumbuh lebih subur lagi.

    Dan jg para pengedar walaupun dipenjara bisa luasa mengendalikan, karena oknum yg berwenang masih bisa diajak kompromi oleh sang pengedar dg imbalan luar biasa menjanjikan.

Back to Top