IPW Minta Kapolri Usut Hilangnya Bukti 11 Kg Sabu

publicanews - berita politik & hukumPolrestabes Surabaya menggelar kasus penangkapan kurir sabu Agus Harianto. (Foto: Suarasurabaya.net)
PUBLICANEWS, Jakarta - Indonesian Police Watch (IPW) meminta Polri mengusut kasus hilangnya barang bukti 11 kg sabu di Surabaya, Jawa Timur. Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim untuk membentuk tim khusus dalam mengusutnya.

"Agar diketahui secara persis barang bukti itu hilang di lingkungan kepolisian, kejaksaan atau di mana," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilisnya, Selasa (6/4).

Neta melihat, hilangnya sabu barang menunjukkan ada mafia pengutil barang bukti di lingkungan aparatur penegak hukum. "Tikus-tikus pengutil tidak boleh dibiarkan," ujarnya.

Hilangnya barang bukti itu terungkap dalam sidang terdakwa Agus Hariyanto, kurir narkoba asal Medan. Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya, Agus berada di Hotel Swiss Bell Medan, Sumatera Utara, pada 5 September 2020, bersama Riki Reinnaldo yang tertembak polisi.

Saat itu, petugas mengamankan 35 bungkus sabu dalam kemasan teh asal Tiongkok masing-masing seberat 1 kg. Barang haram tersebut dari bandar Saepudin yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Selain Agus petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya juga mengamankan Nur Cholis (44) dan Riki Reinnnaldo (22) di salah satu hotel di kawasan Sukomanunggal, Surabaya. Keduanya tewas ditembak polisi karena melawan.

"Dari tangan ketiganya petugas menyita barang bukti sabu seberat 21 kg. Namun ternyata saat disidangkan barang bukti di pengadilan hanya 10 kg dan yang 11 kg lainnya raib entah kemana," Neta menjelaskan.

Jaksa Suparlan saat dikonfirmasi wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/4), mengatakan barang bukti yang dihadirkan dalam sidang sesuai dakwaan.

"Barang bukti yang kami terima sesuai dalam dakwaan, sebanyak 10 bungkus yang dimasukan dalam kemasan Teh China," kata Suparlan. Saat ditanya kemana 11 kg sabu lainnya, ia mengaku mendapat limpahan sesuai dakwaan.

IPW mendesak Kapolri agar memerintahkan Kabareskrim mengusut kasus hilangnya barang bukti sabu ini. Kejadian ini tidak boleh dibiarkan.

"Jika tidak kasus narkoba akan terus berkembang biak di negeri ini karena oknum aparat penegak hukumnya menjadi tikus-tikus yang bermain di balik bisnis ilegal narkoba," Neta menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top