BNN Gagalkan Tiga Jaringan Ganja Masuk ke Bali

publicanews - berita politik & hukumGelar kasus penangkapan tiga jaringan ganja masuk Bali di Kantor BNN Provinsi Bali, Jumat (26/3). (Foto: balipost.com)
PUBLICANEWS, Denpasar - BNN Provinsi Bali meringkus enam pengedar narkoba dari tiga jaringan yang dikendalikan dari Medan, Sumut. Jaringan pertama yakni musisi rap Indie Frederikus Kristian Sabin Tada Lewar alias Axer dan pelatih surfing Fachri Lailan alias Ncek.

"Tersangka Axer dan F, itu jaringan Medan. Mereka juga pemakai. Axer pengguna sejak 2015 dan Ncek sejak 2003," kata Kepala BNNP Bali Brigjen I Putu Gede Suastawa dalam gelar kasus di kantornya, Jumat (26/3).

Masing-masing tertangkap di Kuta Selatan dan Denpasar, Senin (1/9). Petugas menyita 1,9 kg ganja dan satu pohon ganja setinggi 60 cm.

Keduanya menerima paket ganja dari Medan. Awalnya Axer mengambil paket tersebut lalu menyerahkan ke Ncek. Saat itu, petugas BNN menyergap mereka.

Tiga hari berikutnya, BNN menangkap pengedar ganja Andri Margara Manurung alias Andrew di Canggu, Badung, Bali, Kamis (4/3). Andri tertangkap saat menerima paket 718 gram ganja melalui jasa pengiriman dari Medan.

Petugas juga membekuk tersangka John Christian Hasiholan beserta 1,4 kg ganja. "Modusnya sama, menerima paket ganja dari Medan kemudian diedarkan ke Bali dengan target pasar pemain surfing hingga pelancong," ujar Suastawa.

Jaringan ketiga yakni pelukis Yulis Siswanto alias Mbing dan supir Nur Moch Kosim dari Sumut-Banyuwangi.

"Mbing ini ganjanya 9,8 kg. Kosim 15,9 kg Sebagai kurir dan pengendali dari Medan," Suastawa menambahkan.

Mereka menyewa kapal cepat untuk membawa ganja dari Banyuwangi dan turun di Tabanan untuk diedarkan di Ubud, Gianyar. Namun mereka tertangkap dulu sebelum mengedarkan.

Adapun total barang bukti mencapai 30 kg ganja yang disita. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top