Polri Enggan Bicara Hukuman Mati untuk Kapolsek Yuni

publicanews - berita politik & hukumKapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi yang ditangkap karena nyabu. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi layak dipidanakan karena menggunakan narkoba. Aparat yang seharusnya memberantas malah terlibat maka murapakan kejahatan serius.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III Arsul Sani. Ia mengatakan kasus tersebut merupakan tindak pidana serius. "Komisi III meminta bukan sekedar dipecat saja tetapi harus diproses hukum secara pidana," ujar Arsul kepada wartawan Kamis (18/2).

Menurut Wakil Ketua Umum PPP itu, Kompol Yuni sudah seharusnya dijatuhi hukuman lebih berat mengingat posisinya sebagai aparat penegak. Ia harus dijatuhi hukuman dengan pemberatan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan Polri belum memutuskan sanksi hukum kepada Kompol Yuni dan belasan oknum polisi lainnya yang terlibat.

"Kita harus melihat fakta hukum di lapangan dari kasus tersebut. Apakah hanya pemakai, apakah ikut-ikutan, apakah pengedar. Semua perlu pendalaman oleh penyidik," ujar Argo, siang ini.

Wacana sanksi hukuman mati kepada personel Polri yang terlibat kasus narkoba pernah disampaikan mantan Kapolri Jenderal Idham Azis. Namun, Argo enggan bicara mengenai sanksi hukumam mati tersebut. "Masih proses, tunggu saja," katanya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Achmad Dofiri telah mencopot Kompol Yuni dan kini dialihkan Pamen Yanma Polda Jabar. Di samping itu pemeriksaan tengah dilakukan Propam Polda Jabar.

Kapolsek Astanaanyar dan 11 anggotanya diamankan petugas propam gabungan dari Mabes Polri dan Polda Jabar pada Selasa lalu. Ia ditangkap di sebuah hotel bersama anak buahnya. Petugas menyita 7 gram sabu dan hasil tes urine positif.

Wanita kelahiran Porong, Sidoarjo, 23 Juni 1971, merupakan perwira menengah polisi lulusan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) atau Sepa. Ia pernah menjadi Kapolsek Sukasari dan Kapolsek Bojongloa Kidul. Sebelumnya menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Bogor Kota

Saat menjabat Kasat Narkoba pada 2015, ia mengungkap 137 kasus, dengan barang bukti 5 ton ganja, 2 kilogram sabu, 25 butir ekstasi, dan 2 gram heroin. Single parent dengan dua anak ini pernah mendapatkan penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah menggagalkan pengiriman tiga ton ganja. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top