Kriminalitas Yogyakarta

Polisi Ringkus Penjual Obat Milik Penderita Gangguan Jiwa

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Kulonprogo - Polisi membongkar jaringan pengedar ratusan butir obat-obatan terlarang di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka mendapatkan pasokan obat dari penderita gangguan jiwa.

Empat anggota jaringan tersebut adalah WS (25), AF (19), Sup (25), dan Aaf (27).

"Meski satu jaringan tapi mereka ditangkap terpisah," kata Kasatresnarkoba Polres Kulonprogo AKP Munarso dalam gelar kasus di kantornya, Senin (17/2).

Polisi semula mengamankan DA dengan barang bukti empat butir trihexylpenidhil. Dari situ identitas empat pengedar terungkap.

Polisi menangkap tersangka WS beserta 149 butir pil trihexylpenidhil. WS mengaku pengedar baru dan mendapat keuntungan besar setiap menjual.

"Pelanggan membeli secara online. Khusus pelanggan tertentu saja," ujar Munarso.

WS akan meletakkan obat pesanan di suatu tempat dan nantinya diambil si pembeli. "Setiap pesanan dikirimi 200 butir. Saya baru tiga kali pesan," kata WS yang dihadirkan dalam gelar kasus.

Adapun AF memperoleh obat-obatan dari WS. Sebagian obat-obatan itu juga diperoleh dari tetangganya yang mengalami gangguan jiwa dan aktif mengkonsumsi obat penenang.

Untuk mendapat barang tersebut AF melakukan barter nomor-nomor telepon cewek. "Biar bisa dapat barangnya saya harus barter. Saya baru minta dua kali," ujar AF.

Sementara Sup dan Aaf bertugas mengedarkan dan mengantarkan obat-obatan terlarang yang diperoleh dari WS maupun AF. Keduanya juga memiliki pelanggan tetap.

Para tersangka dijerat dengan pasal 197 dan 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimalnya 10 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top