Kriminalitas Surabaya

Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti sabu dan ekstasi dari penangkapan bandar Mustafa yang ditembak mati di Jambangan, Surabaya Utara, Jumat (14/2). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polisi menembak bandar narkoba Mustafa Ali Al Faris (37) yang menyimpan 1 kg sabu dan seribu butir pil ekstasi, Jumat (14/2). Mustafa melawan petugas saat ditangkap di rumah kos di Jambangan, Surabaya Utara, sekitar pukul 20.30 WIB.

"Terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur karena membahayakan nyawa petugas. Jenazah kita evakuasi ke RSU dr Sutomo," kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian kepada wartawan di RSU dr Sutomo tadi malam.

Polisi menemukan keberadaan Mustafa berdasarkan pengembangan dari kurir Aconk asal Bangkalan yang ditangkap beberapa waktu lalu.

"Tersangka ini adalah yang menyuruh seorang kurir yang kita gelandang sebelumnya," ujarnya.

Mustafa memasukkan barang haram itu melalui lapas. Dari tangan sang kurir, polisi menemukan 25 kg sabu dan 10 ribu butir ekstasi. Hasil pemeriksaan terhadap jaringan narkoba Malaysia-Indonesia itu menunjukkan ada keterlibatan napi.

"Lah itu nanti kita kembangkan lagi. Kemudian kita laporkan ke Kapolrestabes (Surabaya)," kata Memo.

Total barang bukti yang diperoleh mulai penangkapan kurir hingga bandar yakni 26 kg sabu dan 12 ribu butir pil ekstasi. Memo menyebut pengiriman barang sesuai permintaan.

"Dan sebenarnya itu adalah pesanan dari Sokobanah. Untuk resminya kita akan menggelar rilis," Memo menambahkan.

Mustofa tercatat sebagai bandar narkoba kedua yang ditembak mati Tim Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya pada 2020. Pada 2 Januari 2020 lalu polisi menembak Rizal Wahyu Putra (29). (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top