BNN Musnahkan Total 82 Kg Sabu dari 6 Kasus

publicanews - berita politik & hukumDeputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari (dua dari kanan) melakukan uji tes narkoba ssbelum dimusnahkan di area parkir BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (9/12). (Foto: BNN)
PUBLICANEWS, Jakarta - BNN memusnahkan 82 kg sabu dan 100 ribu lebih pil ekstasi dari enam kasus yang ditangani sejak September hingga November 2019.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, kasus pertama dimulai dari jaringan Ahyar yang membawa sabu dari Malaysia ke Medan pada September. Ada tiga tersangka diamankan, yaitu WT alias Ibnu, MR alias Fai, dan AJ.

"Kasus yang kedua yakni jaringan yang melibatkan oknun sipir Lapas Kelas IIB Langsa inisial D bulan Oktober," ujar Arman dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/12).

Arman menjelaskan, penangkapan sipir lapas D berawal dari adanya transaksi sabu pada 7 November 2019. D mengedarkan barang haram itu setelah menerima pengiriman narkotika dari Malaysia ke Aceh Timur dengan speedboat.

"Petugas kami menyelidiki bahwa oknum ASN ini mengedarkan ke dalam lapas," katanya.

Setelah mengamankan tersangka D petugas juga mengamankan istri tersangka NM sekaligus menyita 19.528 gram sabu yang disimpan di rumahnya di Dusun Petua Amin, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

"Ini sipir lapas dan istrinya yang jadi bandar narkoba 48 kg sabu," Arman menjelaskan.

Dalam kasus ketiga, yakni 14.804 gram sabu dan 2.937 butir ekstasi, dari kurir YW alias Yoyok dan AS alias Jek di kawasan Tambora, Jakarta Barat, pada 23 November.

Pemusnahan yang dilakukan di halaman parkir Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, itu juga termasuk 37.735 gram sabu dan 80 ribu butir ekstasi dari pelaku SK alias Son, J alias Jamal, dan SA alias Bay pada Oktober.

Arman menambahkan, dalam kasus kelima BNN menggagalkan pengiriman sabu dari India yang masuk melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, yang akan dikirim ke wilayah Kapuk, Jakarta Utara.

"Sabu dari India ini kita amankan kurir inisial A yang diperintah orang Afrika inisial F," ujarnya.

Terakhir, yakni kasus penyundupan 106,68 gram sabu di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada November dengan tersangka MF, D, dan U. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top