Kriminalitas Tasikmalaya

Produksi Obat PCC Berkedok Pabrik Sumpit Digerebek

publicanews - berita politik & hukumPabrik PCC di Kampung Awilega RT 02/08, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat, digerebek BNN. (Foto: BNN)
PUBLICANEWS, Jakarta - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) mengendus keberadaan pabrik obat terlarang pil PCC (paracetamol, caffeine, carisoprodol) di Tasikmalaya, Jawa Barat. Selasa (26/11) sore petugas melakukan penggerebekan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pabrik rumahan yang memproduksi dan mengedarkan pil PCC itu terletak di Kampung Awilega RT 02/08, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu.

"Modusnya disamarkan dengan pembuatan sumpit, namun produksi PCC dilakukan di dalam ruangan tersembunyi," ujar Arman dalam keterangan persnya tadi malam.

BNN mengamankan dua penjaga pabrik, yakni JN dan satu orang lagi tak disebutkan namanya. Menurut pengakuan keduanya, pil-pil PCC tersebut akan dikirim ke gudang penyimpanan di wilayah Banyumas, Jawa Tengah.

Daru gudang itulah, Arman menambahkan, barang haram tersebut diedarkan ke seluruh Jawa, Kalimantan, dan Bali. Dari pabrik itu, petugas menyita PCC siap edar, berbagai bahan pembuat PCC, 7 mesin cetakan obat dan logo, satu unit oven, serta bahan baku obat.

"Kurang lebih 1,5 juta pil PCC siap edar dan sejumlah peralatan laboratorium. Itu belum dihitung secara lengkap, masih dalam proses," ujar Arman.

Kedua pelaku sementara dibawa ke Polsek Kawalu untuk pemeriksaan sementara. JN mengaku ada dua tempat lainnya yang dijadikan gudang, di antaranya gubug Mang Engking Putra Gombong di Jalan Yos Sudarso KM 07, Desa Kretek, Gombong, Kebumen.

"Satu lagi di Jalan Patimura 1 Desa Buntu RT2/4 Kelurahan Kroya, Kecamatan Cilacap Kota, Cilacap," kata Arman.

Lhan seluas 1.232 meter persegi itu milik Oding Rohendi (66) yang disewa 5 tahun oleh bos JN yang masih dikejar. Pabrik tersebut memperkerjakan 10 orang dan telah beroperasi lebih dari setahun. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top