BNN Sita Aset Mafia Sabu Murtala Rp 31 M yang Dikelola Istrinya

publicanews - berita politik & hukumSejumlah aset mafia sabu Murtala Ilyas bernilai miliaran rupiah yang disita BNN. (Foto: BNN/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - BNN bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menangkap lima tersangka kasus tindak pencucian uang dari hasil bisnis narkoba yang dijalankan napi Lapas Nusakambangan Murtala Ilyas.

Kelima orang itu adalah Atika Kasim (istri Murtala), Muhbit, Aprianda, Irwan S, dan Ferdy S. Mereka terlibat dalam dugaan praktik pencucian uang Rp 144 miliar milik Murtala selama berbisnis barang haram.

"Aset yang kita sita di antaranya ruko, rumah tinggal, kebun senilai total Rp 31 miliar," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan pers, Rabu (13/11).

Arman menjelaskan, Murtala Ilyas divonis 19 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bireuen, Aceh, pada 2017. Murtala mengajukan banding dan pada 2018 Mahkamah Agung mengurangi masa tahanan Murtala menjadi 8 tahun dan aset dikembalikan kepadanya.

Oleh Murtala, kata Arman, sebagian aset tersebut disimpan dan dikelola oleh Atika dan keponakannya, Muhibut. "Mereka membuka 12 rekening bank untuk menampung aset-aset tersebut," ujarnya.

Rekening-rekening tersebut, Arman menambahkan, juga digunakan akai untuk jual beli aset dalam upaya menghilangkan jejak atau pencucian uang. "Seolah uang hasil penjualan narkoba itu bersih, sah atau legal," Arman menegaskan.

Selain aset-aset properti tersebut, istri Murtala juga membeli mobil, SPBU, lahan atau kavling yang total bernilai Rp 31 miliar. Oleh karena itu PPATK, OJK, dan Perbankan masih mengembangkan hasil praktik pencucian uang oleh sang istri.

"Kami juga menelusuri upaya pencucian uang dalam kasus kejahatan judi online yang dicampur dengan kejahatan narkoba," Arman menuturkan.

Diketahui BNN menangkap Murtala Ilyas di rumahnya di Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang, Medan, pada November 2016 karena terbukti terlibat jaringan sabu asal Aceh bersama bandar Darkasyi alias Hendra Gunawan alias Pak Hen. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top