Kriminalitas Madina

BNNP Sumut Temukan 2 Hektare Ladang Ganja, Pemilik Kabur

publicanews - berita politik & hukumBNNP Sumut dan Polres Madina temukan dua hektare ladang ganja di perbukitan Tor Sihite, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. (Foto: medanbisnisdaily.com)
PUBLICANEWS, Mandailing Natal - BNNP Sumatera Utara menemukan dua hektare ladang ganja di perbukitan Tor Sihite, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Ladang tersebut berada di dua lokasi berbeda di Desa Bandar Lancat, Kabupaten Madina.

Sayangnya, pemilik ladang berhasil kabur meski petugas BNNP Sumut telah memantau dan berulang kali mengintai ke lokasi.

"Kami menemukan dua ribu batang ganja siap panen dan seribu batang ganja yang sudah dikeringkan," kata petugas BNN Sumut Eddy Mashuri kepada wartawan, Senin (4/11).

Atas penemuan itu, BNNP bersama Polres Madina menyisir dan mengumpulkan sebagian batang ganja untuk dijadikan barang bukti. Sebagian lain langsung dimusnahakan di lokasi.

Eddy mengungkapkan, penemuan ladang ganja tersebut merupakan hasil pengembangan dari penemuan 7,5 hektare ladang ganja beberapa bulan lalu yang masih berada di wilayah Mandailing Natal.

"Sebelumnya, kami menemukan 7 hektare lebih ladang ganja dan sudah dibersihkan," ujarnya.

Sebelumnya BNNP Sumut menemukan 2,5 hektare ladang ganja di Pegunungan Tor Sihite, Desa Rao-Rao Panjaringan, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumut, 3 April 2019. Dalam temuan itu sebanyak 25 ribu batang ganja berukuran 80 cm sampai dengan 2 meter di amankan.

Petugas mengamankan dua orang, yakni Zulkipli dan Fahri. Lalu penemuan kedua terjadi pegunungan Tor Simantawa, Desa Huta Tua Tinggi, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, 5 September 2019.

BNNP dan Polres menemukan 5 hektare ladang ganja beserta 30 ribu batang ganja tanpa ada tersangkanya. Saat itu, Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji mengaku bukan pertama kali menemukan ladang ganja tersebut.

"Hal ini sudah beberapa kali dilakukan. Namun, karena jarak tempuh yang jauh dengan Medan yang terjal maka menjadi kendala," kata Irsan beberapa waktu lalu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top