Kriminalitas Mojokerto

Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Ratusan Ribu Koplo dan Sabu

publicanews - berita politik & hukumGelar kasus penangkapan jaringan ratusan ribu pil koplo di Polres Mojokerto, Selasa (22/10). (Foto: jurnalmojo.com)
PUBLICANEWS, Mojokerto - Polisi membongkar jaringan besar peredaran pil koplo dan sabu bernilai miliaran rupiah di beberapa lokasi di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (20/10). Polisi menangkap lima tersangka.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, jaringan tersebut terdeteksi sejak pertengahan Oktober. Polisi kemudian melakukan pengintaian selama sepekan.

Penangkapan pertama terhadap Wahyu Tulus Prasetya (34) dan Khoirul Anam (38) di halaman pabrik PT Lisa Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Sabtu (12/10). "Dari tangan WTP, petugas memperoleh 11 buah plastik klip isi sabu berat 5,81 gram, sedangkan dari KA hanya ponsel," kata Setyo dalam gelar kasus di Mapolres Mojokerto, Selasa (22/10).

Polisi kemudian menangkap tersangka ketiga Jefri Ardianto (25) di Jalan Kembar Villa Dusun Pacet Barat, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, pada Minggu (13/10). Dari tangan Jefri ditemukan satu paket sabu kemasan plastik klip kecil dibungkus tisu yang disembunyikan di dalam celana dalam.

"Petugas juga mendapati 2 butir inex warna biru dan hijau terdapat tulisan LEGO, empat klip sabu di dalam bungkus rokok," uja Setyo.

Setyo mengungkapkan, dari pengembangan ketiga tersangka tadi petugas kemudian menangkap Arif Sapii (33) di sebuah rumah di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, dan M Mustafa (23) di pinggir jalan Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan.

Dari tangan Arif petugas mendapatkan 527 ribu butir pil double L, satu kardus isi 19 bungkus pengawet, empat bandel label obat vitamin B1 dan 21 bandel plastik. Sementara dari tangan Mustafa terdapat satu paket sabu berisi 9,26 gram dibungkus tisue dan dimasukkan ke dalam plastik klip dan dimasukkan lagi ke dalam sebuah kotak warna kuning.

"Melihat barang buktinya mencapai 527 ribu pil dobel L, pasti ada jaringan yang rapi. Kami akan bongkar semua jaringan itu," Setyo menambahkan.

Jaringan tersebut terbilang cerdik karena setiap bungkus pil koplo yang disita dilengkapi dengan label Vitamin B1. Label tersebut dipasang oleh produsen untuk mengelabui polisi. Namun Setyo memastikan pil dobel L milik Arif tidak diproduksi di Mojokerto.

"Karena saat penggerebekan kami tidak mendapatkan tempat pengolahannya, kami pastikan ini pengedar," ia menegaskan.

Pil dobel L dijual para pelaku Rp 30 ribu per 10 butir. Dengan begitu, 527 ribu pil dobel L yang disita Satreskoba Polres Mojokerto dari tersangka Arif bernilai lebih dari Rp 1,5 miliar.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top