Kriminalitas Langsa

BNN Tangkap Sipir Penjara dan Istrinya yang Berbisnis Narkoba

publicanews - berita politik & hukumSipir Lapas Kelas 2B Langsa, Aceh, Dustur yang tertangkap BNN. (Foto: BNN)
PUBLICANEWS, Jakarta - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar peredaran sabu internasional lewat penangkapan seorang Aparat Sipil Negara (ASN) Dustur. Penangkapan sipir Lapas Langsa itu terjadi pada Senin (7/10) siang di Kota Langsa, Aceh.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, sabu dari Malaysia dibawa ke perairan Aceh Timur menggunakan speedboat.

"Tim mencurigai ada oknum sipir terlibat peredaran narkotika. Selanjutnya memperdalam penyelidikan tersebut," kata Arman dalam keterangan persnya, Jumat (11/10).

Dustur ternyata juga menyimpan sabu dari pengiriman lain di rumahnya di Dusun Petua Amin, Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Petugas BNN yang menggeledah rumahnya turut mengamankan istri Dustur, Nur Maida. Dari Nur itulah diketahui satu karung putih berisi 19 bungkus ukuran satu kilogram sabu.

"Istri tersangka juga menunjukkan barang bukti disimpan di dalam lemari dapur lainnya, (ditemukan) sebanyak 1 bungkus ukuran sedang sabu," ujar Arman.

Sabu tersebut didatangkan dari Malaysia menggunakan speedboat, total ada 40 bungkus atau 40 kg. Namun 20 kg sudah didustribusikan kepada pemesan melalui kurir atau mengambil sendiri.

Arman menduga pasangan suami istri tersebut tidak bekerja sendiri. Saat ini Tim BNN melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku lain yang masih satu jaringan.

Menurut Arman, Aceh menjadi salah satu daerah rawan penyelundupan narkoba sekaligus menjadi pintu masuk dari Malaysia. Negeri jiran tersebut merupakan pemasok narkotika terbesar ke Indonesia dengan modus menggunakan kapal penangkap ikan.

"Banyak penangkapan terhadap speedboat secara langsung dijemput di Malaysia maupun cara ship to ship di tengah laut," ia menambahkan.

Dari rumah sipir Dustur, petugas BNN total menyita 20 bungkus atau 20,5 kg sabu dan satu unit mobil sedan bernopol BK 6 RY, dan beberapa ponsel. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top