Beda Keterangan Sri Bintang dan Polisi Soal Lea

publicanews - berita politik & hukumHNY alias L putri aktivis Sri Bintang Pamungkas jadi tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Aktivis Sri Bintang Pamungkas membenarkan penangkapan anak tirinya Lea alias HHY alias L. Namun, anak perempuannya itu telah diamankan petugas sejak empat bulan lalu.

"Sudah diambil tanggal 15 Juni. Anak saya sudah ditangani pengacara," kata Sri Bintang saat dihubungi wartawan, Senin (30/9).

Saat Lea ditangkap, Sri Bintang baru tiba di rumah. Pendiri Partai Uni Demokrasi Indonesia (Pudi) itu menambahkan, Lea kerap berkunjung ke rumahnya di Cibubur, Jakarta Timur, setelah suaminya meninggal.

"Saat itu saya baru sampai di rumah, dia sudah di mobil polisi," ujar Bintang. Ia tidak mengetahui anaknya terlibat dalam peredaran narkoba.

Bintang menduga 'ada udang di balik batu' dalam penangkapan Lea. Pasalnya, setelah ditangkap empat bulan, anaknya itu langsung dilepas. "Kenapa kemudian diambil lagi," katanya.

Ia curiga penangkapan Lea hendak dikaitkan dengan aktivitas politiknya. "Dia diambil lagi karena saya akan menjatuhkan Jokowi. Sudah jelas itu," dosen Universitas Indonesia itu menambahkan.

Anak Kedua Bintang Pamungkas Jual Sabu 3 Kali

Bintang kembali menegaskan mengenai wacana revolusi. Namun kasus Lea membuat kesibukkannya bertambah, tetapi ia bertekad akan terus menyelamatkan revolusi. "Anak saya sudah besar. Mudah-mudahan dia tough," katanya.

Kemarin, Kasubdit III Ditreskrim Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Iqbal Simatupang mengatakan Lea diamankan di rumah Bintang. Saat itu, Lea dijemput disaksikan Bintang dan istrinya.

"Jadi kita sudah tanya langsung ke beliau (Sri Bintang Pamungkas), ini adalah putrinya, juga ibunya sudah datang ke kantor, kita konfirmasi, apakah ini putri dari ibu, dinyatakan ini benar," kata Iqbal.

Polisi menyebutkan Lea sudah tiga kali menjual sabu kepada FA, yang ditangkap lebih dahulu. Sabu yang dijual Lea seharga Rp 800 ribu.

Saat digeledah di rumahnya, polisi menyita barang bukti berupa cangklong atau alat untuk menghisap sabu serta pipet dan korek gas.

Lea dikenakan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 127 huruf a juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkotika. Ia terancam hukuman paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top