Polisi Bekuk 12 Pengedar Sabu Asal Malaysia

publicanews - berita politik & hukumPolda Metro Jaya bekuk satu jaringan narkotika asal Malaysia. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi menangkap 12 pengedar dari jaringan narkoba asal Malaysia pemilik 18 kg sabu, 4.132 butir pil ekstasi, beserta bahan baku pembuat ekstasi.

"Ditangkap sebelum diedarkan. Jadi, penyidik berhasil menggagalkan pengedaran narkoba," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Rabu (11/9).

Awalnya penyidik menangkap HW, F, dan S alias LIM di Apartemen Teluk Intan, Tower Topaz, Jalan Lele, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (31/7) pukul 18.30 WIB dan menyita barang 4,3 kg sabu.

Penyidik kembali menangkap RA, Selasa (6/8) pukul 12.00 WIB di Lobi Apartemen Pakubuwono Terrace Tower South Jalan Ciledug Raya Nomor 99 Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan beserta sebungkus sabu 1 kg.

Kamis (8/8) pukul 17.00 WIB, polisi menangkap E alias Ganden dan AY di SPBU Pertamina BSD Tangerang Selatan sebungkus teh cina berisi 1 kg sabu. Penangkapan berlanjut terjadap tersangka H di Alfamart, Ruko Sunter Permai Raya, Jalan Sunter Permai Raya, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, (7/9) pukul 16.00 WIB.

"Kami sita 585 gram sabu dan 835 butir pil ekstasi yang diperoleh dari tersangka R. Kita masih memburu R, dia telah masuk daftar pencarian orang (DPO)," Argo menjelaskan.

Selanjutnya, Minggu (8/9) polisi menangkap 5 orang di lokasi yang berbeda. Penangkapan pertama terhadap tersangka HP alias Bagol dan L di Jalan Puskesmas Nomor 110, Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Polisi menyita 3 kg sabu, 80 butir ekstasi 1 kg bahan pembuat ekstasi dan mobil," katanya.

Penangkapan kedua terhadap RY dan YP alias IYO di Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara pukul 16.00 WIB beserts sabu 10 gram. Terakhir TWS, ditangkap di Jalan Sukarela Gang Perjaka, Penjaringan, Jakarta Utara pukul 16.30 WIB beserta 8,2 kg sabu, 3 ribu butir ekstasi. TWS mengaku mendapat dari tersangka A yang masih buron.

Jaringan tersebut, kata Argo, dikendalikan seorang bandar besar yang kini masih buron. "Jadi, pengedar satu dengan yang lain tidak saling kenal.Pengendalinya Mr X belum ditangkap sedang kami kejar," Argo menambahkan. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top