Janda Rela Jadi Kurir Sabu Agar Dinikahi Bandar

publicanews - berita politik & hukumHL, ibu rumah tangga yang nekat jadi kurur sabu di Kendari, Sultra. (Foto: zonasultra)
PUBLICANEWS, Kendari - Janda HL (41) tertangkap Tim Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tenggara di Pelabuhan Bajoe-Kolaka Kabupaten Bone karena membawa 1,33 kg sabu di dalam tasnya, Senin (9/9). HL mengaku nekat menjadi kurir sekaligus pengedar sabu demi memenuhi syarat agar dinikahi bandar R.

HL tidak tahu kalau R adalah penghuni Lapas Kelas IIA Kendari.

"Saya diberi tugas mengambil narkoba di Enrekang, Sulawesi Selatan, untuk dibawa ke Kendari," ujar HL saat dihadirkan dalam gelar kasus di Mapolda Sultra, Selasa (10/9).

Kepada polisi, HL mengaku diarahkan sang kekasih melalui sambungan telepon untuk mengambil barang haram itu di Enrekang. Sebua biaya ditanggung R. HL tidak mendapat upah, melainkan dijanjikan segera dinikahi sang bandar.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Sultra AKBP La Ode Kadimu menegaskan, HL ternyata sudah dua kali jadi kurir. Awalnya petugas hendak menangkapnya di Sidrap, namun ternyata TKP bergeser ke Enrekang.

"Kami tangkap tersangka di atas kapal motor (KM) Raja Laut Pelabuhan Bajoe," kata Kasubdit III AKBP La Ode Kadimu di kantornya.

Rencananya, HL akan dijemput seseroang dan siap mengedarkan sabu sesuai arahan R. La Ode menambahkan, R mengatur skema peredaran narkoba di wilayah Sultra.

"Masih kita cari tersangka lain yang masih satu jaringan," katanya.

Bukannya dinikahi, HL malah sementara ini menghuni sel polisi. Ia dijerat Pasal 132 dan 144 Undang-undang Nomor 35 tahun 2019 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top