Kriminalitas Jakarta

Kepergok Nyabu di Hotel dan Bawa Pistol, Umar Kei Terancam Hukuman Mati

publicanews - berita politik & hukumUmar Kei mengaku bersalah dalam gelar kasus penangkapan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/8) siang. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap tokoh masyarakat Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei atas penyalahgunaan sabu. Penangkapan berlangsung di sebuah hotel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/8).

Umar ditangkap bersama tiga rekannya dalam satu kamar, yakni AS, ST, dan EP sekitar pukul 16.00 WIB.

"Polisi menggeledah kamar hotel tersebut dan menemukan barang bukti 5 plastik klip berisi sabu 2,91 gram," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam gelar kasus di kantornya, Kamis (15/8).

Polisi juga menemukan alat isap sabu, korek api, dan pistol jenis revolver beserta enam buah peluru. "Revolver tersebut sedang diperiksa oleh laboratorium forensik. Kasusnya ditangani di Krimum (Reserse Kriminal Umum) ya," ujar Argo.

Soal narkoba ini, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander menjelaskan, Umar Kei (UK) sebagai pemilik modal modal untuk pesta sabu tersebut. Umar mengonsumsi sabu sejak 2005. AS sebagai tangan kanan yang membawa uang Umar.

"UK memerintahkan ST membeli sabu ke EP. EP mengambil barang di Kramat Pulo, inisial IK masih buron," Doni menjelaskan.

Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) itu dijerat Pasal 112, 114, 132 Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang No 12 Tahun 1951 (dikenal sebagai UU Darurat) soal kepemilikan senjata api.

Untuk kasus senjata api ilegal, Umar Kei terancam hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top