Kriminalitas Jakarta

Pengedar Ganja di Kampus-kampus Mahasiswa Pintar, Polisi Kejar Pemasoknya

publicanews - berita politik & hukumKasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengintrogasi mahasiswa penjual ganja PH dalam gelar kasus di kantornya, Senin (29/7). (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua mahasiswa pemasok ganja yang ditangkap di ruang senat sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Timur bekerja sama dengan mahasiswa drop-out (DO). Bandar besarnya, yang sedang dikejar polisi, bukan mahasiswa.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz dalam gelar kasus di kantornya, Senin (29/7), mengatakan, berdasarkan pengembangan terhadap dua mahasiswa tersebut, yakni PH (21) dan TWB (23), polisi kemudian meringkus HK (27), AT (27), dan FF (31). Mereka dicokok di sebuah rumah di Kelurahan Bintara, Bekasi, dini hari tadi.

Ketiganya berperan sebagai perantara. "Modusnya bukan sistem 'tempel', tapi transaksnya face to face. Mereka memperlihatkan barangnya (ganja) terang-terangan," Erick menjelaskan.

Ketika meringkus TWB pada Selasa (23/7) pekan lalu, polisi melakukan penyamaran di sebuah kampus di Jakarta Barat. Petugas bertatap muka dengan tersangka TWB, kemudian ia mengarahkan ke sebuah kampus di Jakarta Timur.

"Mereka (pelaku) tidak mau bertransaksi di luar kampus. Biasanya di tempat tongkrongan kopi atau di taman," ujar Erick.

Barang bukti dari TWB dan PH total 11 kg ganja, adapaun dari penggerebekan rumah di Bintara didapat 1 kilogram ganja. Diantara tiga tersangka yang diamankan dari Bintara, dua bersatus mahasiswa drop out dan seorang sama sekali bukan mahasiswa.

Polisi masih mendalami motif pelaku yang ternyata mahasiswa pintar di kampus. "Padahal PH ini IPK-nya tinggi dan orang berada," kata Erick.

Menurut para tersangka, mereka sudah beroperasi di kampus-kampus negeri maupun swasta di Jakarta sejak dua tahun lalu. Dalam sepekan terakhir, mereka sudah mengedarkan 80 kilogram ganja. Rinciannya, 39 kg ke kampus-kampus di Jakbar, kemudian ke kampus di Jaksel sebanyak 9 kg. Lalu di sebuah perguruan tinggi Jakarta Timur sudah laku 12 kg. Sisanya masih dalam penyelidikan polisi.

"Target mereka juga banyak ke kampus-kampus negeri," ujar Erick. "Sampai saat ini kami masih memburu beberapa tersangka pemasok ke kampus-kampus, baik dalam bentuk ganja, sabu, maupun narkotika jenis lainnya," ia menambahkan.

Erick menegaskan, kampusnya tidak salah karena ini hanya permainan oknum mahasiswa dan mantan mahasiswa.

Polisi menjerat TWB dan FF dengan Pasal 114 Ayat 1 susider Pasal 132 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun PH, AT, dan HK dikenai Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 111 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1. Perbedaan pengenaan pasal ini karena masing-masing punya peran berbeda pula. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top