Sebanyak 50 Bandar Narkoba Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

publicanews - berita politik & hukumDermaga Sodong, Kompleks Lapas Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Kabupaten Cilacap)
PUBLICANEWS, Palembang - Sebanyak 50 narapidana (napi) kasus narkoba dari 20 lapas di Sumatera Selatan dikirim ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka adalah para bandar besar.

"Kategori high risk dengan masa hukuman 20 tahun penjara dan mati," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel Sudirman D Hury kepada wartawan di kantornya, Selasa (23/7).

Pemindahan dimulai pekan depan secara bertahap. Dari 50 orang tersebut, empat di antaranya divonis mati, yakni komplotan bandar narkoba Letto cs.

Sebelum diberangkatkan ke Nusakambangan, para napi akan dikumpulkan di Lapas Merah Mata Palembang. "Proses pemindahan napi ini biasanya dilakukan tengah malam. Tentunya ini dengan penjagaan yang ketat," ujarnya.

Pemprov Sumsel membantu menyediakan kendaraan untuk pemindahan tersebut. Sudirman memastikan kendaraan dalam kondisi baik dan bebas dari sabotase.

"Standar keamanan harus terjaga, kita tidak mau mesin mogok, bisa kabur semua napinya," ia menambahkan.

Kanwil Kemenkumham sudah mempertimbangkan secara matang. Meski biaya relatif tinggi, namun harga tersebut sesuai untuk mencegah over kapasitas.

"Kami membutuhkan pengawalan ketat dari Brimob dan TNI," ujar Sudirman.

Dalam catatan Kemenkumham, jumlah penghuni lapas di seluruh Indonesia pada 2018 mencapai 256.273 orang. Padahal kapasitas lapas hanya untuk 126.164 orang. Artinya, penghuni lapas mencapai 203 persen dari daya tampungnya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top