Kurir Sabu Tertabrak Truk di Tol Bekasi Saat Lari dari Polisi

publicanews - berita politik & hukumPuluhan galon cat berisi sabu diamankan Polda Jatim dari sindikat narkotika internasional. (Foto: beritajatim)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polda Jaes Timur menangkap Pieter Kristiono (38), kurir sabu dengan 40 galon cat jumbo pada Rabu (3/7). Polisi menangkap Piter di rumahnya, Perum Permata Taman Palem, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.

"Penangkapan ini hasil pengembangan dari penangkapan kurir di Gresik, Yoyok Priyono," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/7).

Warga Indramayu, Jawa Barat, itu memperoleh sabu dari bandar di Malaysia. Sabu kemudian dikirim melalui Pontianak, Kalimantan Barat. Pieter dan Yoyok termasuk kelompok jaringan Myanmar, Malaysia, Jakarta, dan Surabaya.

"Sekitar pukul 09.00 WIB, Kiriman menggunakan jasa GoBox. Petugas membuntuti sampai ke rumah saudara Pieter dan menangkapnya," ujar Frans.

Pieter langsung dibawa ke Polda Jatim. Dalam perjalanan, ia berupaya kabur dengan modus buang air kecil di SPBU Tol Tambun, Bekasi. "Dengan posisi tangan diborgol dan dikawal polisi, dia mendorong petugas hingga petugas terjatuh," Frans menjelaskan.

Pieter nekat melompat dari pembatas tol dan berlari untuk menghindari petugas. Sebelum polisi menembaknya, ia tertabrak truk.

Seorang petugas PJR dari Korlantas Polri membantu mengamankan dan membawa ke Rumah Sakit Herlina, Tambun. "Anggota belum sempat menembak. Kami juga dibantu polisi jalan tol," kata Frans.

Sebelumnya, polisi menangkap Yoyok saat mengirim sabu dari Pontianak ke Jakarta, melalui jasa pengiriman PT PPS Cargo, pada Jumat (28/6).

Pieter dijerat dengan Pasal Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top