Kriminalitas Mataram

Selundupkan 2,4 Kg Sabu, WN Perancis Dorfin Felix Divonis Mati

publicanews - berita politik & hukumTerpidana mati Dorfin Felix saat hendak masuk ke ruang sidang PN Mataram, NTB, Senin (20/5). (Foto: infomataram.com)
PUBLICANEWS, Mataram - Dorfin Felix (35), terdakwa penyelundup 2,4 kg sabu dan 850 butir ekstasi, divonis mati oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram, NTB. Amar putusan dibacakan bergantian oleh hakim ketua Isnurul Syamsul Arif bersama dua anggotanya, Didiek Jatmiko dan Ranto Indra Karta.

"Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti, oleh karenanya menjatuhkan kepada terdakwa Dorfin Felix pidana mati," kata Isnurul di PN Mataram, Senin (20/5).

Vonis hukuman disampaikan ke hadapan terdakwa Dorfin Felix yang didampingi penasihat hukumnya, Deni Nur Indra. Hal ini berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ginung Pratidina dari Kejati NTB, 20 tahun.

Hakim menyatakan WN Perancis tersebut terbukti melanggar dakwaan primer Pasal 113 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal tersebut mengatur tentang impor atau masuknya narkoba dari luar negeri secara ilegal.

Dorfin terbukti membawa 9 bungkus kristal cokelat 2.477,95 gram MDMA, satu bungkus serbuk kuning 256,69 gram amphetamine, satu bungkus serbuk putih 206,83 gram ketamine, dan 850 butir pil ekstasi berlogo tengkorak.

Berdasarkam uraian putusan hakim, perbuatan terdakwa telah memberi peluang peredaran narkoba skala besar. "Jadi bentuk kegiatannya ini sangat berpotensi merusak generasi muda dan mengganggu ketahanan nasional," ujar hakim Isnurul.

Dorfin lewat penasihat hukum Deni Nur Indra menyatakan banding. Sementara Jaksa Ginung belum memberikan tanggapan atas vonis hakim yang lebih berat dari tuntutan 20 tahun penjara. "Kita pikir-pikir dulu, Yang Mulia," kata Ginung.

Felix ditangkap di kawasan hutan Pusuk, Lombok Utara, pada 1 Februari 2019. Ketika ditangkap, ia berusuha menyogok petugas agar bisa kembali melarikan diri. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top