Kriminalitas Dumai

Bak di Film, BNN Kejar-kejaran dengan Mobil Sindikat Sabu

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti penangkapan BNN terhadap sindikat sabu di Dumai, Ruau, pada Jumat (17/5). (Foto: BNN)
PUBLICANEWS, Jakarta - Aksi kejar-kejaran terjadi ketika petugas BNN menghentikan mobil terduga gembong sabu di wilayah Dumai, Riau, Jumat (17/5). Petugas berupaya menghentikan mobil pelaku, tapi malah ditabrak.

"Kami hadang, mobil petugas ditabrak, dan (pelaku) tetap lolos," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan persnya, Minggu (19/5).

Petugas sempat memberi tembakan peringatan, namun pelaku tak menghiraukan. Petugas akhirnya menembak mobil tersangka dan berhenti di Jalan Raya Arifin Ahmad, Kota Dumai.

Aksi dramatis bak film itu terjadi cukup lama, pelaku tidak mempedulikan keselamatan orang banyak dengan menabrak mobil truk untuk menghadang.

"Kami mendapat informasi adanya transaksi narkoba yang akan diterima dua orang dengan mobil," ujar Arman.

Ada tiga tersangka dalam mobil tersebut, yakni Roni, Hari, dan Iwan. Hari dan Iwan mengalami luka tembak. BNN menemukan 50 bungkus berisi sabu dan 23 ribu butir ekstasi yang disembunyikan di dalam 4 jerigen.

Ketiganya mengaku mendapat suruhan dari pengendalinya, Radianto. "Tim menangkap Radianto pada Sabtu (18/5) dini hari di rumahnya daerah Gang Jambu, Duri, Dumai," Arman menambahkan.

Petugas juga menyita mobil Toyota Fortuner dan Toyota Avanza serta ponsel para pelaku. Saat ini empat tersangka sudah diterbangkan ke BNN Pusat.

Menurut Arman, ada perubahan lokasi penyelundupan narkotika dari titik masuk perairan Aceh ke Riau. Saat ini bahkan terdapat peningkatan penyelundupan dari Malaysia.

"Melalui daerah Rupat, Bengkalis, Dumai, Riau lewat jalur laut modus penangkapan ikan dan ship to ship," ujar Arman. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top