Kriminalitas Langkat

BNN Kecewa Bandar Ibrahim Hasan Tak Dihukum Mati

publicanews - berita politik & hukumDeputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari saat menangkap mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat Ibrahim Hasan alias Hongkong. (Foto: batamnews.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyesalkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Kuala Simpang yang memvonis 20 tahun penjara terhadap bandar sabu Ibrahim Hasan alias Hongkong, Selasa (30/4). Ibrahim, mantan politisi Partai Nasdem, adalah anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara.

"Menurut saya, yang bersangkutan adalah aparat negara, wakil rakyat, anggota DPRD seharusnya lebih berat. Nah ini hanya 20 tahun, sementara ada yang hukuman mati," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari di kantornya, Jakarta Timur, Kamis (2/5).

Ibrahim Hasan tercatat anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Partai Nasional Demokrat pada November 2018.

Arman menegaskan, vonis Ibrahim tidak setimpal dengan barang bukti penangkapan, yakni 70 bungkus berisi 73.505 gram sabu dan 6 bungkus berisi 30 ribu butir ekstasi.

Menurut Arman, terdakwa masih bisa menjalankan bisnis narkoba selama di dalam penjara.

"Apakah yang bersangkutan jera? Atau nanti jaringannya sudah putus atau belum. Tentu nanti ada proses. 20 tahun itu tidak mungkin dijalani 20 tahun," ia menegaskan.

Arman menilai mestinya majelis hakim PN Kuala Simpang bisa menjatuhkan hukuman lebih berat bagi Ibrahim. Yakni, sesuai tuntutan Jaksa yang meminta hukuman mati karena Ibrahim terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ibrahim ditangkap di Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat, pada 19 Agustus 2018 bersama enam anak buahnya. Saat itu ia tengah melakukan sosialisasi pencalonannya kembali sebagai anggota DPRD.

Ibrahim merupakan kartel narkoba yang menguasai beberapa wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumut, dan Kepulauan Riau. Ia kerap lolos menyelundupkan sabu karena statusnya sebagai anggota dewan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top