Menkumham: Rakyat Kena Narkoba Dipenjara, Orang Hebat Direhabilitasi

publicanews - berita politik & hukumMenkumham Yasonna Laoly. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menkumham Yasonna Laoly mengakui masih terjadi diskriminasi terhadap pelaku narkoba. Pelaku 'orang hebat' yang terjerat narkoba direhabilitasi, tetapi orang biasa dipenjara.

"Saya kan selalu mengatakan, udahlah jangan hanya yang 'hebat-hebat' saja direhabilitasi. Tertangkap, rehabilitasi. Ada tokoh ketahuan, rehabilitasi. Tapi kalau orang kecil di daerah ditangkapi semua, dimasukkan yang seharusnya dievaluasi pemakai, dimasukkan ke dalam (lapas)," kata Yasonna yang juga politikus PDIP.

Yasonna mengatakan hal itu di Lapas Klas II Narkotika Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (27/4) siang. Ia menyampaikan itu sebagai tanggapan membludaknya tahanan narkoba di lapas.

Menurutnya, pengguna narkoba yang terbukti sebatas sebagai pemakai obat terlarang sebaiknya direhabilitasi agar tak menambah penghuni lapas yang sudah overkapasitas.

Rehabilitasi dan perbaikan undang-undang, katanya, diharapkan bisa menekan jumlah penghuni lapas yang didominasi pengguna narkoba. Jumlah mereka mencapai 50 persen di daerah dan 70 persen di kota besar.

"Maka itu upayanya antara lain perbaikan undang-undang narkotika dalam proses, kemudian harus ada rehabilitasi," ujarnya.

Kemenkumham akan melakukan dua pedekatan terhadap pengguna narkoba. Pertama adalah pendekatan hukum dan yang kedua pendekatan kesehatan. 

"Pengguna itu mau kita hukum, atau mau kita treat?" ia mempertanyakan. Menurutnya, beberapa negara sudah mengubah paradigma, yaitu faktor kesehatan dengan melakukan rehabilitasi.

"Karena ketergantungan (narkoba) itu adalah penyakit. Yang kita buat tekanan paling besar adalah kepada bandar, pengedar," katanya.

Yasonna mengatakan, bagi pengguna terutama yang mempunyai ketergantungan harus diselesaikan lewat pendekatan kesehatan. Sementara untuk pengedar atau bandar harus dijatuhkan hukuman yang berat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top