Polisi Tangkap Lagi Jaringan Sabu Abon Lele

publicanews - berita politik & hukumKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam gelar kasus penangkapan sabu kemasan abon lele di kantornya, Rabu (13/3). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi membekuk enam pengedar sabu dalam kemasan abon lele dan teri Medan di sejumlah lokasi dan waktu berbeda. Mereka adalah SUL, NOL, RID, OGI, TED, dan RUD di waktu dan lokasi berbeda-beda.

Pengungkapan ini hasil pengembangan dari tangkapan 6,5 kg sabu, 40 ribu butir ektasi, serta 20 ribu butir Yaba asal Thailand Jaringan Banjarmasin-Jakarta-Bandung. Kala itu tersangkanya GZ yang ditangkap di Apartemen Green Pramuka, Jakarta, pada 8 Januari 2019.

"21 Februari polisi menangkap SUL di Taman Mini, Jakarta Timur, sekaligus menyita 100 gram sabu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam gelar kasus di kantornya, Rabu (13/3).

SUL digiring ke kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menggeledah dan mendapat 5,9 kg sabu dan 500 gram sabu siap jual yang dikemas dalam bungkus abon lele.

Polisi membentuk tiga tim untuk tiga wilayah, yakni di Pekanbaru, Bandung dan Jakarta. Di Pekanbaru polisi menangkap tersangka NOL, Jumat (1/3). NOL ditugaskan mengambil 15 kg sabu oleh PRES yang masih buron dan diupahi Rp 10 juta.

Selanjutnya, polisi kembali menangkap tersangka RID di kawasan Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/3). "Dari tangan tangan RID, petugas memperoleh sabu seberat 2 gram," ujarnya..

Selang sehari, polisi menangkap tiga tersangka lainnya, yakni TED, OGI dan RUD di Jalan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, pada Senin (4/3). Polisi turut mengamankan 3 ponsel dan satu mobil Toyota Innova.

Polisi menduga kelompok ini memanfaatkan kemasan abon untuk mengelabuhi petugas. Modusnya didistribukan ke hotel-hotel yang berada di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

"Tersangka SUL pernah mengambil 4 bungkus abon lele di kamar hotel di Mangga Besar," kata Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvin Simanjuntak

Keenam tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama pidana maksimal hukuman mati.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya meringkus 11 tersangka jaringan ini. Mereka adalah HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM, dan YAH. Barang bukti berupa 6,5 kg sabu, 57.578 pil ekstasi, dan 15,19 gram ganja berhasil diamankan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top