Kriminalitas Jatim

Bawa Sabu Rp 5 Miliar dari Jakarta, Kurir Ditembak Mati di Madura

publicanews - berita politik & hukumJasad kurir sabu Yoyok Priyatno (34) di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (10/3) malam. Ia dotembak mati petugas Polda Jawa Timur di Bangkalan, Madura, karena melawan. (Foto: jatimnow.com)
PUBLICANEWS, Surabaya - Kurir sabu asal Sidoarjo, Yoyok Priyatno (34), ditembak mati petugas Polda Jawa Timur karena melawan saat hendak ditangkap di Bangkalan, Madura, Minggu (10/3) malam. Ia disergap karena membawa 5 kg sabu senilai Rp 5 miliar dari Jakarta.

"Baru tadi pagi kita geser, terpaksa dilumpuhkan karena melawan petugas saat dilakukan penangkapan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera dalam keterangan pers di RS Bhayangkara Samsoeri Mertoyoso Surabaya, Senin (11/3) pagi.

Jajaran Ditresnarkoba Polda Jatim telah membuntuti Yoyok sejak dari jakarta hingga Madura. "Kita eksekusi di wilayah Jatim. Jaringan ini ada korelasi antara wilayah Jatim, khususnya Madura yang sudah kita ungkap sebelumnya," Frans menjelaskan.

Jasad Yoyok langsung dibawa ke Bhayangkara Samsoeri Mertoyoso Surabaya. Polisi menduga sabu tersebut dari Serawak, Malaysia. Pemesannya beralamat di Jakarta untuk didistribusikan ke Jatim sejak 2018 hingga 2019.

Wadir Reserse Narkoba Polda Jatim AKBP Teddy Suhendiawan Syarif menambahkan, ada beberapa warga Malaysia keturunan Tiongkok yang sudah ditangkap oleh petugas Bea Cukai. Dari situ polisi melakukan pengembangan dan muncul nama kurir Yoyok Priytatno, ia bertugas mengantar sabu ke wilayah Madura dan sekitarnya.

Sindikat Malaysia ini sempat gagal masuk ke Indonesia, namun mereka menerapkan modus menugasi orang kepercayaan. "Kurirnya bukan sembarang kurir, beberapa WNA menggunakan orang kepercayaan yang kebetulan orang Jatim," kata Teddy. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top