Wanita L Ada di Kamar Mandi Saat Andi Arief Digerebek

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Pelan-pelan polisi akhirnya mengakui ada wanita berinisial L di dalam kamar aat politikus Partai Demokrat Andi Arief digerebek penyidik Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, L berada di kamar mandi Hotel Menara Peninsula. "Saat (tim) tiba, di kamar mandi, di WC ditemukan seorang wanita," ujar Eko di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3).

Di kamar mandi tersebut polisi menemukan alat isap sabu (bong) sudah di ada di dalam kloset. Saat itu pula L diperiksa terpisah dengan Andi di kamar lainnya.

Namaun, pemeriksaan urine L menunjukkan hasil negatif. "Untuk masalah wanitanya kita lakukan pemeriksaan, kita pisah. Saya tidak mau (dia) dipengaruhi atau takut. Tim memeriksa di kamar sebelah, untuk wanita tes urine negatif," Eko menambahkan.

Mengenai L ini, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan antara Andi dan L saling kenal. "Wanita itu diduga sahabat. Kenal satu sama lain," ujar Iqbal.

Hari ini, sekitar pukul 15.00 WIB, Andi Arief tiba di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). Ikut mendampingi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik dan pengacara Andi, Dedi Yahya.

Iqbal mengatakan Andi akan memulai rehabilitasi di BNN. Namun, Iqbal tidak bisa menyebutkan berapa lama proses rehabilitasi dilakukan.

Soal wanita L ini, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menduga ia adalah 'cepu' atau informan polisi. Neta mengaku mendapatkan info dan foto-foto wanita tersebut dari polisi.

"Kita dapat info perempuan itu 'cepu', artinya informannya polisi," ujar Neta dalam acara ILC di TV One, Selasa (5/3) malam. Ia mempertanyakan polisi yang berubah-ubah soal wanita L ini.

Di tempat yang sama, pengamat komunikasi politik Effendi Gazali mengingatkan, semula Kabareskrim Komjen Idham Azis membenarkan ada wanita L, namun 'diralat' oleh Kadiv Humas Iqbal.

"Mungkin pada saat Kabareskrim datang, wanitanya ada. Kemudian pada saat Kadiv Humas datang, wanitanya sudah tidak ada," kata Effendi. "Keterangan jenderal bintang tiga dibantah jenderal bintang dua, tapi masih ada bintang empat,” katanya berseloroh. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top