Benarkah Wanita 'Cepu' Bersama Andi Arief

publicanews - berita politik & hukumWanita yang diduga bersama politikus Andi Arief saat penangkapan di hotel Menara Peninsula, Minggu (3/3). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Geger Andi Arief ditangkap karena nyabu menyisakan beragam pertanyaan. Ketua Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengaku kecewa politikus Partai Demokrat itu dipulangkan.

Politikus PDIP itu menilai, polisi sebenarnya memiliki cukup alat bukti untuk memproses secara hukum. Pasalnya, selain hasil tes urine yang positif mengandung sabu, di kamar saat penggerebekan ditemukan alat isap sabu (bong).

"Kedua bukti itu, menurut hukum berdasarkan scientific evidence, adalah alat bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana narkotika," kata anggota Komisi III DPR itu dalam rilisnya, Rabu (6/3).

Henry menyebutkan hal itu diatur di Pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana 4 tahun penjara. Ia pun mempertanyakan alasan polisi memulangkan 'peneriak jenderal kardus' itu pada Selasa malam kemarin.

Pemulangan Andi, Henry menambahkan, menjadi preseden buruk pemberantasan narkoba. Ia menyebut pemulangan itu menyuburkan generasi milenial mencoba narkoba. "Kalau tertangkap toh nanti polisi kita akan rehab," ujarnya.

Pertanyaan lain yang belum terang benderang diungkap polisi adalah pemasok sabu Andi. “Belum ada kata-kata bandarnya siapa dalam kasus itu," pengamat komunikasi Politik Effendi Gazali dalam acara ILC di TvOne, Selasa malam kemarin.

“Siapa tahu ada nama besar di situ, ada tokoh politik, atau siapa itu yang ada kaitannya,” dosen Universitas Indonesia itu menambahkan.

Selain pemasok, kata Effendi, juga belum diungkap sosok wanita dalam penangkapan yang berlangsung di kamar Hotel Menara Penunsala, Jakarta, Minggu (3/3) itu.

“Jadi agak penting juga untuk mengungkapkan dalam konferensi pers selanjutnya mengenai ada perempuan atau tidak, kemudian 'cepu' (informan), jebakan. Saya rasa gak benar itu," katanya.

Menurut Effendi, polisi harus memberi keterangan yang lengkap sehingga memperkuat kepercayaan bahwa polisi sungguh-sungguh dalam pemberantasan narkoba.

Sementara itu, Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam acara yang dipandu Karni Ilyas itu mengatakan ia mendapat informasi bahwa wanita yang ditangkap bersama Andi Arief adalah cepu.

“Kita mendapat informasi bahwa perempuan itu adalah cepu ya. Artinya cepu itu informan polisi,” ujar Neta.

Ia menegaskan cepu bukan jebakan tetapi instrumen polisi untuk mengungkap kejahatan. Hal itu sah dan dibenarkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top