Polisi Benarkan Ada Wanita Bersama Andi Arief, Inisialnya L

publicanews - berita politik & hukumPesinetron dan caleg Partai Nasdem Livy Andriany mengunggah perbandingan fotonya dan wanita berbaju pink yang beredar di media sosial. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setelah kemarin membantah, hari ini akhirnya Mabes Polri membenarkan bahwa ada perempuan dalam kamar Andi Arief saat polisi menggerebek Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, Minggu (3/3) petang. Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, Wakil Sekjen Partai Demokrat itu bersama wanita berinisial L.

"Sore ini saya sampaikan dari hasil pendalaman dan pengembangan, petugas kami menemukan petunjuk bahwa diduga ada seorang wanita di kamar tersebut," kata Iqbal dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/3) sore.

L, Iqbal menambahkan, telah diperiksa bersama sejumlah saksi lain. Wanita berparas ayu tersebut diduga merupakan sabahat dan mengenal Andi. Namun, ia tidak terkait dengan artis yang menjadi caleg.

“Ya betul, inisial L. Tapi tidak ada kaitannya dengan yang beredar. Ada yang bilang caleg, itu tidak terkait,” Iqbal menegaskan.

Pagi tadi, calon anggota legislatif (caleg) Partai Nasdem Livy Andriany membantah sebagai wanita berbaju pink dalam foto-foto penggerebekan Andi oleh petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Barsekrim Polri.

Livy mengunggah perbandingan fotonya dengan wanita tersebut. "Stop hoax Perempuan yang baju pink tersebut bukan saya," tulis pesinetron itu dalam Instastory @Livy_andriany.

Pesinetron Livy Andriani Bantah Ngamar dengan Andi Arief

Caleg dapil IV Jawa Tengah itu menjejerkan fotonya dengan wanita berbaju pink yang beredar di media sosial sejak kemarin.

Saat Andi diamankan, Livy langsung mengunggah bantahan ia sedang bersama mantan Aktivis 98 itu. Ia mengaku sepanjang Minggu lalu berada di Semarang dalam acara Pertiwi dan kembali ke Jakarta bersama ibu dan keluarganya.

Di sisi lain, hari ini, keluarga dan kuasa hukum Andi Arief telah mengajukan surat permohonan rehabilitasi. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, keluarga dan kuasa hukum Andi, Hinca Pandjaitan, telah menjenguk Andi.

Menurut Dedi, Andi dikategorikan sebagai korban penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Saat menangkapknyam polisi tidak menemukan barang bukti narkoba.

"Penyidik memiliki waktu 3x24 jam untuk merampungkan penyidikan terhadap Andi Arief, yang mana nantinya penyidik akan merekomendasikan kepada Tim Assessment Terpadu dari BNN untuk menentukan langkah selanjutnya," jenderal bintang satu itu menjelaskan.

Penyidik menjerat Andi Arief dengan pasal 172 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top