Polisi Bantah Ada Suap Rp 10 M dalam Pelarian Felix Dorfin

publicanews - berita politik & hukumDorfin Felix. (Foto: Martinque fr)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepolisian telah memeriksa Kompol TM, Kasubdit Pengamanan Tahanan dan Barang Bukti Polda NTB, menyusul kaburnya tahanan narkoba asal Perancis Felix Dorfin (34).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, TM mengaku menerima gratifikasi sebesar Rp 14,5 juta, tetapi membantah menerima suap Rp 10 miliar untuk pelarian Felix.

Syahar menambahkan, hasil penelusuran PPATK menunjukkan tidak ada lairan dana sebesar itu di rekening TM. "Isu dia menerima uang Ro 10 miliar itu tidak terbukti," ujar Syahar di Auditorium STIK-PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/2).

Mengenai uang yang diterima TM, Syahar menambahkan, digunakan untuk membeli alat-alat elektronik seperti televisi, selimut, yang sebenarnya dilarang.

Sebelumnya, Irwasda Polda NTB Kombes Agus Salim mengatakan, ada bocoran halus yang menyebutkan adanya konspirasi dalam kaburnya Felix.

"Tim Krimsus tengah mendalami kabar adanya konspirasi dengan orang dalam. Dan orang dalam menerima uang. Angkanya pun tak tanggung-tanggung, Rp 10 miliar," kata Agus, dua hari lalu.

Felix yang merupakan anggota jaringan narkoba internasional itu kabur dari selnya di Polda NTB dengan memotong jendela jeruji besi kamar tahanan pada 21 Januari 2019 lalu.

Ia ditahan menyusul penangkapannya di Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, pada 21 September 2018. Felix membawa 2,4 kilogram sabu dan 850 butir ekstasi. Nilai narkoba yang ia bawa mencapai Rp 3,2 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top