Steve Emmanuel Selundupkan Kokain 100 Gram dari Belanda

publicanews - berita politik & hukumSteve Emmanuel dihadirkan dalam rilis kasusnya di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan Letjen Suprapto Parman, Jakarta, Kamis (27/12). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pesinetron Steve Emmanuel terbukti sebagai pemakai kokain. Ia juga menjadi penyelundup barang haram seberat 100 gram itu dari Belanda. Polisi telah menetapkan mantan suami Andi Soraya itu sebagai tersangka.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, dari 100 gram kokain itu masih tersisa 92 gram setelah ia gunakan.

"Dalam empat bulan hanya 8 gram yang dipakai," ujar Hengki di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan Letjen Suprapto Parman, Jakarta, Kamis (27/12).

Sementara mengenai masuknya kokain itu, Hengki menjelaskan bahwa Steve menyelundupkan dalam penerbangan dari Belanda. Pemain sinetron Buku Harian Nayla itu memasukkan kokain di dalam botol dan kotak.

"Barang ini dililitkan ke baju dan pakaian lainnya. Dimasukkan ke bagasi pesawat," kata Hengki.

Steve ditangkap pada Jumat (21/12) lalu di apartemennya di Kodominium Kintamani A/176 Rt 001/014 kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Selain sisa kokain, polisi juga menyita satu buah botol kaca penyimpan kokain, dan alat hisap kokain dengan nama Bullet.

Berdasar pengakuannya kepada petugas, Steve sudah mengonsumsi kokain sejak 2008. Kokain yang dibawanya dari Belanda hanya untuk konsumsi pribadi.

"Secara khusus membeli kokain dari Belanda karena dianggap lebih berkualitas ketimbang kokain yang di dapat di dalam negeri," Hengki menjelaskan. Steve memakai kokain untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Ketika diberi kesempatan bicara dalam rilis, Steve mengimbau rekan-rekannya tidak mengonsumsi narkotika. "Saya menyesal. Teman-teman jangan ikuti saya," ujar Steve, siang ini.

Pria berdarah Indonesia-Amerika itu akan dijerat pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Ancaman hukuman pidana penjara minimum 5 tahun dan maksimum seumur hidup atau hukuman mati. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Dellapuspita @Della28 Desember 2018 | 14:44:10

    Tokoh publik memberi contoh yang tidak baik.

Back to Top