Transaksi Narkoba di Papua Barat Sudah Beralih ke Nontunai

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Manokwari - Bisnis narkoba di dalam lembaga permasyarakata (Lapas) meningkat di Provinsi Papua Barat. Levelnya sudah di tingkat bandar.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat menduga, selain memiliki jaringan hingga ke tingkat bandar, para napi yang terlibat juga sangat lihai dalam melakukan transaksi dengan pembelinya.

"Mereka bekerja cukup sistematis dan sangat tertutup. Ada beberapa hasil penyelidikan, semua barang berasal dari napi yang berada dalam Lapas," kata Koordinator Penyidik Bidang Pemberantasan BNN Papua Barat Aiptu Zulkarnain kepada wartawan di Manokwari, Jumat (21/12), seperti dilansir Antara.

Para pelaku ini sudah mengantisipasi bagaimana bisnis haram tersebut tetap berjalan. Mereka mulai menerapkan sistem pembayaran nontunai dalam transaksinya.

Jual beli narkoba kini dilakukan secara online atau daring, yakni pelaku minta pembeli mentransfer uang terlebih dulu, selanjutnya dikirim atau diletakkan di sebuah tempat yang sudah mereka tentukan.

"Sudah seperti itu transaksi yang dilakukan para oknum napi dalam jual beli narkoba terutama jenis sabu," ujar Zulkarnain.

BNNP Papua Barat dalam 2018 ini menuntaskan delapan kasus dari tujuh yang ditargetkan. Seluruh kasus tersebut semuanya melibatkan napi di Lapas Kota Sorong.

Pada 2019, BNNP Papua Barat memperkecil target menjadi lima kasus. Fokusnya kasus peredaran narkoba dari dalam lapas. "Penyelidikan sudah kami lakukan sejak tahun ini," Zulkarnain menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top