BNN Musnahkan Belasan Ribu Ekstasi untuk Tahun Baru

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika jenis ekstasi sebanyak 15.355 butir dan 24.672 butir PCC (Karisoprodol).

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, barang bukti yang dimusnakan tersebut berasal dari dua kasus yang diungkap BNN pada Oktober dan Desember 2018.

"Dari total barang bukti yang disita telah disisihkan sebanyak 55 butir ekstasi dan 120 butir PCC untuk kepentingan laboratorium dan pembuktian perkara," ujar Heru di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (21/12)

Kasus pertama dengan barang bukti PCC diungkap BNN pada 24 November lalu, bekerja sama dengan Avsec Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Pada saat itu petugas menemukan paket kiriman kargo asal Jakarta dengan tujuan pengiriman Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ditemukan 24.792 butir PCC yang dikemas ke dalam 24 bungkus plastik bening," Heru menjelaskan.

BNN menangkap A yang diduga akan menerima paket tersebut.

Kasus kedua dengan barang bukti 15.410 butir ekstasi diungkap BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai di dua tempat berbeda, yakni Jakarta pada Minggu (2/12) dan Surabaya pada Kamis (6/12).

Heru menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari informasi adanya penyelundupan ekstasi asal Belanda melalui Port Klang, Malaysia, menuju Tanjungpinang, Provinsi Kepri, lalu menggunakan kapal Umsini menuju Surabaya.

"Saat kapal tersebut bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (2/12) petugas gabungan langsung mengamankan 3 tersangka dengan barang bukti 15.410 butir ekstasi yang dikemas dalam 11 bungkus plastik," Heru menjelaskan.

Heru mengatakan, modus operandi yang digunakan pada kasus ini adalah dengan menempelkan sebagian bungkus berisi ekstasi di tubuh salah satu tersangka dengan menggunakan korset, sedangkan bungkusan lainnya dimasukkan ke dalam tas.

"Petugas kemudian melakukan controlled delivery ke Surabaya dan mengamankan tersangka lainnya yang diduga sebagai kurir, yaitu IWS, di sebuah hotel yang berada di kawasan Baratajaya. Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (6/12)," ujar Heru.

Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top