Caleg Cantik Dapil Kuningan Ditangkap Edarkan Sabu

publicanews - berita politik & hukumRV alias RK, caleg DPRD Dapil 3 Kabupaten Kuningan yang ditangkap Satresnarkoba Polres Cirebon karena memiliki 0,93 gram sabu. (Foto: jabarpublisher.com)
PUBLICANEWS, Cirebon - Peluang wanita RV alias RK menjadi anggota DPRD Kabupaten Kuningan mungkin sudah tertutup. Calon anggota legislatif dari Dapil 3 Kuningan itu ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Cirebon saat akan mengedarkan 0.93 gram sabu di depan sebuah minimarket dekat gerbang Tol Ciperna, Cirebon, Jawa Barat.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan, polisi membekuk wanita cantik berkulit putih itu pada 22 November 2018 sekitar pukul 14.10 WIB.

"Tertangkap di depan minimarket Jalan Cirebon-Kuningan Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon," ujar Suhermanto saat merilis penangkapannya di GOR Rangga Jati, Cirebon, Kamis (20/12).

RV tak hanya pemakai, polisi menduga ia juga kurir dan pengedar narkoba. Dalam operasi yang digelar pada 22 November hingga 2 Desember lalu, polisi menangkap 13 orang yang diduga anggota jaringan dimana RV berada di dalamnya. Mereka adalah bandar, pengedar, kurir, dan pengguna.

Polisi menemukan sabu itu di bawa jok deoan kiri mobil yang dikendarai temannya YY.

"Tersangka sempat mengelak namun keberadaan 1 paket sabu membuat RV tak bisa berkutik dan digelandang ke Mapolres Cirebon," Suhermanto menambahkan.
Dalam razia selama 10 hari tersebut, jajaran Polres Cirebon juga menyita belasan ribu pil koplo dari tangan seorang bandar. Polisi masih melakukan pengembangan, apakah para tersangka terlibat jaringan peredaran lokal atau jaringan antarkabupaten atau provinsi.

"Kalau menurut pengakuan caleg itu dia baru menjadi kurir dan pengedar selama tiga hingga enam bulan," kata Suhermanto.

RV adalah warga Desa Bendungan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan. Polisi menjernya dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top