Kriminalitas Bali

Anak Ketua DPRD Klungkung Diduga Terjerat Narkoba

publicanews - berita politik & hukumTersangka Putu Sweta Aprilia alias Aar Asal alias To Antik (25) tertangkap Satresnarkoba Polresta Denpasar. (Foto: baliexpress)
PUBLICANEWS, Denpasar - Putu Sweta Aprilia alias Aar Asal alias To Antik (25) tertangkap petugas Satresnarkoba Polresta Denpasar karena memiliki sabu. Penangkapan terjadi di depan Delvas Skin Care, Jalan Sedap Malam Nomor 8 Banjar Kebon Kuri, Desa Kesiman, Denpasar Timur, Selasa (4/12).

"Kami tangkap pukul 18.00 WITA setelah anggota kami melakukan penyelidikan cukup lama," kata Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan kepada wartawan di Polresta Denpasar, Kamis (6/12).

Ruddi menjelaskan, dari tangan To Antik ditemukan 0,65 gram sabu. Ia ditangkap berdasarkan informasi warga bahwa di lokasi penangkapan sering terjadi transaksi barang haram itu. Polisi menduga salah satu pelaku adalah anak pejabat.

Sebelum ditangkap, tim dari Satresnarkoba dan CTOC Polda Bali membuntuti gerak-gerik pemuda yang juga pentolan salah satu ormas ternama di Bali itu. Ia membawa sepeda motor Yamaha Nmax.

Saat dibekuk, warga Gang Mawar Nomor. 24 A, Jalan Hang Tuah, Banjar Pekandalam, Dusun Sanur Kaja, Denpasar Selatan, itu tidak melawan. Kepada petugas To Antik mengaku baru lima bulan menggunakan narkoba mengikuti gaya hidup teman-temannya.

"Kami tidak begitu saja percaya dengan keterangan tersangka dan masih menyelidiki keterangan tersangka, apakah juga masuk jaringan peredaran narkoba atau pemakai saja," ujar Ruddi.

Petugas mencari barang bukti lainnya di rumah putra Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru. Saat digeledah kamar pelaku, petugas menemukan 0,28 gram sabu.

Ia memperoleh sabu dari Roby yang masih dalam pencarian petugas. Sweta membeli sabu dengan cara mentransfer uang kemudian mengambil pesanannya.

Namun, Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru membantah pelaku tidak ada hubungan keluarga. "Anak kerabat, tapi kerabat jauh. Anak tersebut sering berkunjung ke rumah saya. Itu bukan anak saya. Anak saya kerja di luar negeri," kata Wayan di tempat terpisah.

Pelaku dijerat Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda Rp 800 juta. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top