Polisi Ajak Nelayan Awasi Jalur Narkoba

publicanews - berita politik & hukumDirektur Polair Polda Banten, Kombes Nunung Syaifuddin menjelaskan kepada wartawan di Merak, Cilegon, (26/11). (Foto: Bantenhits.com)
PUBLICANEWS, Banten - Polisi meminta bantuan para nelayan mengawasi jalur tikus yang biasa digunakan para penyelundup narkoba masuk ke perairan wilayah hukum Banten.

Kemarin terjadi penyelundupan 40 kg sabu dalam dua karung di Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, yang melibatkan nelayan.

"Kalau kaitannya dengan narkoba kemarin sebenarnya kami membantu proses penyergapan. Kami ajak nelayan tidak terlibat sindikat narkoba," kata Direktur Polair Polda Banten Kombes Nunung Syaifuddin di Merak, Cilegon, Banten, Senin (26/11).

'Pelabuhan tikus' merupakan pangkalan perahu nelayan sekitar. Menurut Nunung, biasanya nelayan mudah diiming-iming bayaran sehingga bersedia membantu para pelaku.

"Kami yakin pelabuhan tikus dengan garis pantai kita yang cukup panjang, masih cukup banyak peluang barang haram bisa masuk," ujarnya.

Polair akan melakukan kegiatan antisipasi melaluiĀ  pendekatan dan pembinaan terhadap nelayan sekitar.

Penyelundupan 40 kg sabu itu melibatkan dua warga negara Tiongkok. Dugaan kuat mereka berlayar dari wilayah Lampung, dengan melibatkan dua nelayan Bojanegara sebagai kuli angkut dan perahunya disewa.

Polres Metro Jakarta Barat akhirnya menangkap sindikat tersebut pada Selasa (20/11) saat masuk melalui jalur pelabuhan tikus. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top