Tolak Disebut Pengedar, Roro Fitria Tulis Sendiri Pledoinya

publicanews - berita politik & hukumRoro Fitria didampingi ibundanya Retno Winingsih di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Artis Roro Fitria hari ini menjalani sidang pledoi atau pembelaan dalam kasus kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sebagian isi pembelaannya ia tulis sendiri di Rumah Tahanan (Rutan) wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Ada yang dibuat sendiri oleh Bu Roro, sisanya tim pengacara yang memberikan tambahan," kata penasihat hukumnya Asgar Sjarfi kepada Publicanews lewat pesan singkat, Rabu (10/10).

Dalam pembelaannya, wanita 29 tahun itu kembali menegaskan bahwa ia sebatas pengguna narkoba. Pledoi tersebut itu sebanyak 50 lembar, dibuat dalam beberapa hari.

"Seminggu harus selesai, karena masa tahanan Nyai (panggilan Roro) kan udah mau habis," ujar Asgar.

Dalam sidang tuntutan lalu, jaksa Maidarlis meminta hakim menghukum Roro dengan penjara lima tahun dan denda Rp 1 miliar. Jaksa menilai Roro bersalah dalam kepemilikan narkoba.

Asgar keberatan dengan penilaian bahwa kliennya dianggap terlibat dalam proses jual beli barang haram, temasuk mengedarkan.

"Jadi Nyai disamakan dengan kartel jaringan narkoba. Disamakan dengan raja kokain Pablo Escobar," Asgar menegaskan.

Pada sidang tuntutan, Roro menangis sambil memegang tangan ibunya, Retno Winingsih. Saat Roro digiring keluar ruang sidang untuk kembali ke tahanan, tiba-tiba jatuh pingsan di kaki sang ibu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top