Kriminalitas Blitar

Anggota Polisi Tertangkap Usai Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya

publicanews - berita politik & hukumKabidhumas Polda Jatim Kombes Frans Barung. (Foto: tribratanews)
PUBLICANEWS, Blitar - Seorang anggota Panit Lantas Polsek Kertosono Ipda SKN (50) tertangkap sedang berpesta sabu. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung membenarkan penangkapan anggota Polres Nganjuk ini.

"Iya memang ada penangkapan itu. Sudah lama, tanggal 15 September di rumah Jalan Kalimas Sukorejo Kota Blitar," ujar Barung saat dikonfirmasi pada Senin (8/10).

Pesta sabu digelar di sebuah rumah di Kecamatan Sukorejo, polisi mengamankan barang bukti 6,55 gram sabu.

"Selain SKN, petugas juga mengamankan seorang teman wanita tersangka yang bernama RGB (48) yang juga warga Nganjuk," Barung menambahkan.

Saat itu tersangka SKN pergi ke rumah RGB di Sukorejo untuk menagih uang perbaikan mobil yang dirusakkan RGB. 

"Ternyata di tempat itu RGB sedang berpesta sabu bersama dua temannya, yakni NN dan DN. Kemudian tersangka SKN ikut juga pesta sabu itu," kata Barung.

Usai pesta sabu, RGB ingin menggadaikan BPKB sepeda motornya di Blitar dengan mengajak SKN. Uang hasil gadai itulah yang rencananya diberikan kepada SKN untuk biaya perbaikan mobil.

"Tapi sesampai di Blitar, mereka ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Blitar Kota. Dan saat digeledah ditemukan barang bukti berupa sabu yang disimpan di dompet kaca mata milik RGB," Barung menjelaskan.

Kedua orang ini dibawa ke Polres Blitar Kota guna pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine, keduanya positif mengonsumsi sabu. "Kami kirim barang bukti ke labfor cabang Surabaya, selanjutnya kami juga koordinasi dengan JPU untuk menindaklanjuti kasus ini," ujar Barung.

Untuk pelaku RGB sudah terpenuhi 2 alat bukti berupa 2 saksi dan barang bukti berupa sabu, ia ditahan dan dikenai pasal 114, 127 UU Nomor 35 tahun 2009.

"Begitu juga untuk SKN, juga sudah terpenuhi 2 alat bukti . Yakni 2 saksi dan barang bukti sabu sehingga sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal 132 jo 114 UU no.35 tahun 2009 dan juga akan dikenakan kode etik," Barung menandaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top