Pengendali Narkoba Mayoritas Terpidana Mati

publicanews - berita politik & hukumPengungkapan kasus narkoba dengan modus disembunyikan di dalam jerigen, di Kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim. (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, 99 persen terpidana mati masih menguasai peredaran narkotika di Indonesia.

Oleh sebab itu kepolisian berharap eksekusi mati bandar narkoba segera bisa dilaksanakan. Hal itu sekaligus sebagai salah satu upaya pemutus jaringan.

"Kami sangat mendukung eksekusi mati itu dilakukan, kami mendukung penuh hal itu," kata Eko saat gelar kasus di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/9).

Menurut Eko, dengan eksekusi mati maka pengendali yang berada di dalam lapas tidak lagi bisa mengatur masuknya narkoba

Salah satu upaya memutus jaringan di lapas ini yakni menegakkan aturan larangan bagi narapidana memegang telepon genggam.,

"Kalau pengendali ini sudah menjalani hukuman, pastinya upaya memasukan narkotika akan terhenti," ia menambahkan.

Selama September ini, kata Eko, 220 kilogram sabu yang dibawa masuk ke Jakarta digagalkan petugas. Jajarannya juga meringkus 4.176 tersangka. "Dari total itu, bila dipisahkan terdapat 57 orang bandar, pengedar 1.700 orang, dan pengguna 1.500 tersangka," ujarnya.

Dari semua pengungkapan tersebut, mayoritas peredarannya dikendalikan dari dalam penjara. Kasus terbaru adalah penangkapan pada 24 September lalu, petugas mengamankan 20 kilogram sabu.

"Modusnya dengan menyembunyikan di dalam jerigen yang dilakukan dua tersangka," Eko menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top