Kriminalitas Aceh

Pengedar Ganja Hasil Kebun Sendiri Ditangkap

publicanews - berita politik & hukumLadang ganja dua hektar milik MY yang ditemukan polisi. (Foto: dok, polres Lhokseumawe).
PUBLICANEWS, Lhokseumawe - Jajaran Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap sindikat pengedar ganja di kawasan Aceh Utara, Aceh. Empat orang ditangkap dan dua hektar landang ganja dimusnahkan.

Keempat pelaku yakni TH (32) dan SY (49) yang warga Dewantara, serta IB (33) dan MY (37) warga Sawang.

Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe Iptu Zeska Julian Wijaya mengatakan kasus ini terungkap saat polisi menangkap TH yang sedang melakukan penjualan ganja kepada SY, Rabu (12/9).

"Saat digeledah petugas menemukan 12 paket besar, 16 paket sedang, 7 paket kecil berisi ganja dibungkus dengan kertas koran," ujar Zeska di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (13/9).

Tersangka TH mendapatkan barang haram itu dari IB di Desa Blang Manyak, Sawang. IB kemudian dicokok bersama barang bukti 2 paket ganja besar dalam sebuah karung serta 3 ikat ganja di belakang rumahnya.

Zeska menjelaskan, IB membeli ganja itu dari MY di kawasan Sawang. MY menanam sendiri ganja di atas lahan 2 hektar di Desa Lancok, Sawang. 

"Tanaman ganjanya ditanam secara terpisah-pisah. Jika dilihat, isi tanaman ganja di ladang itu hanya sekitar 1 hektare, selebihnya ada tanaman palawija lain," Zeska menjelaskan. Polisi sudah membakar ladang ganja tersebut.

Sementara itu tersangka MY mengaku menanam ganja lantaran ingin membangun rumah untuk keluarganya. Selama ini ia tinggal di rumah sewa bersama istri dan anaknya yang baru empat bulan.

Ia sudah beberapa kali panen dan hasilnya ditabung untuk membangun rumah. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top