Kriminalitas Makassar

Polisi Buru Anak SD Pengedar Sabu

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Makassar - PLT Kadis Pendidikan Makassar Hasbi tidak yakin anak yang masih duduk di bangku SD jadi pengedar sabu. Ia menyebut R alias CI yang kini menjadi buron polisi sekadar korban.

"Masa anak SD dan SMP ikut terlibat narkoba?" kata Hasbi di kantornya, Kamis (9/8).

Hasbi menambahkan, R yang masih SD maupun AR (14) pelajar kelas III SMP, adalah korban dari jaringan narkoba. "Ia pasti tidak tahu kalau barang itu narkoba. Mereka dimanfaatkan antar barang dan dapat uang," ujarnya.

Meski demikian, Hasbi meminta pihak sekolah memberi pengawasan ketat kepada anak, termasuk tak memberi akses luas ke masyarakat umum untuk masuk sekolah.

Kasus ini bermula dari penangkapan AR di Jalan Pannamapu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8) lalu. Bocah SMP itu hendak menjual satu paket sabu dengan harga Rp 200 ribu.

Kepada petugas, AR mengaku menjadi suruhan R. Ketika polisi memburu di rumahnya, R keburu menghilang.

Bocah SD Jadi Bandar Sabu, KPAI: Bukan Pertama Kali Terjadi

Sementara ini, AR telah diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemkot Makassar.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Estrtika mengatakan tetap akan memproses R dengan ketentuan undang-undang Narkotika.

Kasus bocah SD kedapatan mengedarkan sabu, menurut Kabid Pencegahan BNN Sulsel Jamaluddin bukan kasus pertama. ia menyebut Makassar sangat rentan soal pengedaran narkoba.

"Di pusat rehabilitasi di Baddoka Makassar juga ada sekitar 10 anak yang ada di sana," katanya.

Sulsel masuk urutan ke-6 soal peredaran narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dari 18 provinsi di Indonesia. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top