Bisnis Narkoba Lapas Libatkan Dua Anak Napi

publicanews - berita politik & hukumTersangka pengedar narkoba di Lapas Merah Mata, Palembang, dalam rilis Polda Sumsel. (Foto: penasumatera)
PUBLICANEWS, Palembang - Polisi mengungkap peredaran narkoba di Lapas Merah Mata, Palembang, ternyata melibatkan banyak pihak. Mereka adalah pegawai lapas Adiman (36), narapidana Herman Gani (53) dan Rizky (28) yang divonis 17 tahun.

Herman bahkan melibatkan dua anaknya, yakni Nabila (19) dan Idham alias Deham (28), yang berada di luar lapas.

"Peredaran narkoba di Lapas Merah Mata terbilang rapi. Dalangnya yang tidak lain pegawai lapas, napi dan dua warga sipil," kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara di kantornya, Selasa (7/8).

Bisnis haram ini sudah lama. Jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel berhasil mengungkap dari hasil pengembangan penangkapan Adiman yang divonis 20 tahun dalam kasus narkoba.

"Pengakuannya ada kerja sama dari dalam dan luar lapas. Ini yang coba kami telusuri," ujar Zulkarnain.

Napi Adiman dan Herman adalah pengendali peredaran sabu tersebut. Penyidikan polisi juga menemukan bahwa Herman melibatkan dua anaknya sebagai pengedar.

Polisi menyita dua bungkus sabu seberat 2 ons, sebungkus sabu seberat 3,7 ons, 300 butir pil ekstasi, dan 7 butir pil ekstasi warna putih.

Kemudian 7,16 gram sabu bungkus kecil, dua bungkus pil ekstasi dengan berat 55,31 gram dan 77,68 gram.

"Dari hasil bisnisnya, para tersangka telah mengantongi Rp 120 juta," Zulkarnain menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top