BNN Ungkap Pencucian Uang Narkoba Rp 4 Miliar yang Dikendalikan Napi

publicanews - berita politik & hukumBNN merilis barang bukti hasil TPPU narkoba senilai Rp 4 miliar yang dikendalikan napi Irawan alias Dagot, di Gedung BNN, Jakarta Timur, Selasa (17/7) siang. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sindikat penyelundupan 10,39 kilogram sabu dengan tersangka napi Irawan alias Dagot. Nilai TPPU-nya hampir Rp 4 miliar, Irawan ditangkap pada 2017 lalu.

"Hasil dari TPPU-nya sebesar Rp 3.939.000.000 setelah anggota menangkap tersangka lain atas nama Intan," kata Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko saat merilis kasusnya di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (17/7).

Heru menjelaskan, jumlah tersebut didapat dari akumulasi sebelumnya, yakni sebesar Rp 1,6 miliar yang didapat bersamaan dengan penangkapan Irawan, 27 Agustus 2017.

BNN melakukan pengembangan dan menangkap tersangka F yang berperan sebagai bendahara keuangan. Lalu pada 21 Agustus 2017, petugas BNN menangkap Intan sebagai pemilik rekening.

"Ada uang tunai Rp 526 juta di rekening bank swasta atas nama Intan dan satu unit rumah senilai Rp 1,8 miliar di Pekanbaru," ujar Heru.

Peran Intan adalah membuat dua perusahaan atas perintah Irawan, yakni PT Surya Subur Jaya dan PT Nusa Primula Maju Jaya. Perusahaan tersebut untuk menampung hasil transaksi bisnis narkoba Irawan.

"Intan adalah direktur dua perusahaan itu. Dia kita tangkap di Jalan Kruing II, Perum Pandau Permai, Kampar," Heru menambahkan.

Irawan adalah bandar narkoba yang mengendalikan bisnis haramnya dari balik jeruji besi Rutan Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat. Ada dugaan uang tersebut akan digunakan untuk mengajukan pembebasan bersyarat.

Barang bukti sabu berasal dari Malaysia masuk melalui Entikong, Kalimatan Barat. Penangkapan ini hasil kerja sama BNN dengan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas TNI) dan Bea Cukai.

"Intan terancam hukuman penjara 20 tahun karena telah menyimpan, mentransfer, menerima, dan menikmati uang tersebut," Heru menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top