Dua Tahun Kirim Narkoba Tak Terendus Polisi

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Sidoarjo - Bisnis terlarang Erfan Julianto (25) terbongkar polisi setelah dua tahun sukses menjual sabu lewat pengiriman barang dari kantor pos.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Himawan Bayu Aji mengatakan, penangkapan berawal dari informasi tetangga pelaku, bahwa rumah Erfan diduga sebagai tempat penyimpanan sabu.

"Rupanya setelah rumahnya digeledah hari Kamis (28/6), kami menemukan timbangan dan resi pengiriman," ujar Himawan kepada wartawan, Sabtu (30/6).

Warga Perum BCA Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, ini setiap bulan selama dua tahun menerima sabu melalui kantor pos dari kawannya Totok yang diduga dari Bali.

Dari pengakuan pelaku, ia mendapat sabu 5 ons dari Totok. Imbalan yang diterima Erfan setiap onsnya sebesar Rp 1 juta. Dari penggeledahan petugas mengamankan 20,62 gram sabu.

Modus pengirimannya mulai 97,87 gram, lalu 100,88 gram, dan 100,92 gram, dengan jumlah total 320,22 gram.

"Yang bersangkutan menerima paketan secara bertahap. Pengirimannya dengan cara memasukkan ke kotak sepatu," ujarnya.

Petugas masih mendalami identitas Totok dan menelusuri ke Bali berdasarkan alamat yang tertera di resi pengiriman.

Menurut Himawan, tersangka digolongkan pengedar karena terbukti ada timbangan. Ancamannya dengan pasal 144 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) dengan maksimal 20 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top